Home » Ekonomi » PKH, Kebanggaan tapi Juga Tantangan

PKH, Kebanggaan tapi Juga Tantangan

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi program yang dipercaya pemerintah dalam menangani urusan kemiskinan.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin, saat membuka Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya PKH di Bandung Barat, Kamis (25/6/2020) malam.

“Betapa pentingnya PKH ini di mata pemerintah, sehingga ketika terjadi sesuatu, baik bencana maupun kemiskinan, maka PKH menjadi program yang paling pertama disebut,” ujar Pepen.

Dia mengatakan, hal itu sebagai suatu kebanggaan bagi Kementerian Sosial dan SDM yang berperan di dalam program tersebut, namun dalam waktu bersamaan juga menjadi tantangan tersendiri.

“Tantangannya adalah kita harus membuktikan bahwa PKH itu bisa menjadi andalan dalam pengentasan kemiskinan,” tambahnya.

Untuk itu, Pepen menginstruksikan agar tidak berhenti memperbarui dua hal dalam pelaksanaan PKH, yaitu mekanisme dan SDM-nya, lantaran pada dasarnya PKH merupakan mekanisme penyaluran bansos.

“Sedangkan hal kedua yang perlu diperbarui adalah SDM. Tidak boleh ini saling ketinggalan, mekanismenya maju, SDM-nya masih kurang atau sebaliknya,” imbuh dia.

Dia menekankan, pentingnya untuk terus mengasah kapasitas SDM sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing di lapangan melalui pertemuan peningkatan kualitas SDM PKH.

“Jadi, pertemuan-pertemuan seperti ini adalah bagian kecil dari upaya kita terus meningkatkan profesionalisme SDM PKH, baik pendamping yang langsung bertemu KPM di lapangan, maupun teman-teman yang secara manajerial mengurus data,” papar pria berkacamata ini.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di kawasan Kota Parahyangan Baru tersebut dihadiri oleh Direktur Jaminan Sosial Keluarga Rachmat Koesnadi dan Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suherman.

Menurut Rachmat, tujuan kegiatan rakor ini adalah untuk memberikan dorongan dan motivasi bagi SDM PKH agar dapat bekerja lebih maksimal guna mencapai target program secara efektif dengan mengedepankan sikap santun, integritas, dan profesional.

“Sementara, rapat koordinasi ini akan kami laksanakan di 6 provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lampung,” terangnya.

Sekitar 245 SDM PKH se-Kabupaten Bandung Barat mengikuti kegiatan tersebut. Namun, hanya tampak 35 orang yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan, diantaranya 1 Korwil, 3 Korkab, 19 Korcam, dan 12 Pendamping PKH. Sedangkan selebihnya mengikuti kegiatan melalui media virtual yang terhubung.

Meski kegiatan berlangsung secara tatap muka, prosedur protokol kesehatan tetap diperhatikan, antara lain pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruang pertemuan, penerapan jaga jarak antar peserta, hingga penempatan hand sanitizer pada setiap meja. (vil)