Kurangi Risiko Kebakaran, Diskar PB Tekankan Edukasi

Kepala Bidang Dinas Pencegahan Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Yosep Heryansyah Bersama Komunitas Pesepeda Pelajar NyaSab.

JABARTODAY.COM – BANDUNG Kepala Bidang Dinas Pencegahan Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Yosep Heryansyah mengatakan, risiko kebakaran bisa ditekan dengan mengedepankan aspek edukasi kepada masyarakat. Hal itu mengingat kebakaran biasanya terjadi akibat kelalaian manusia.

“Sejumlah peristiwa kebakaran yang terjadi disinyalir karena keteledoran manusia,” ujar Yosep, di Markas Diskar PB Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Selasa (20/10/2020).

Hal ini disampaikan Yosep terkait program edukasi dan sosialisasi yang berhubungan dengan upaya  mencegah terjadinya kebakaran oleh Diskar PB Kota Bandung.

“Kebakaran itu karena kelalaian manusia, itu kan perilaku. Dan untuk mengubah perilaku tidak bisa hanya sekadar tindakan perlu edukasi,” kata Yosep.

Diskar PB Kota Bandung mengadakan kegiatan edukasi dan sosialisasi sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran kepada puluhan pesepeda yang tergabung dalam komunitas Pelajar NyaSaB, Sabtu (17/10/2020) lalu.

Baca Juga

Dari contoh itu saja, Yosep melihat ada nilai-nilai positif yang dapat diambil, terutama menyangkut kebersamaan dari setiap orang meski mereka datang dari wilayah yang berbeda. Kebersamaan  masyarakat ternyata bisa dicapai lewat jalur edukasi dan pemberdayaan komunitas, utamanya menyangkut persoalan keselamatan manusia ketika terjadi bencana.

“Dengan melibatkan tokoh masyarakat, termasuk sesepuh komunitas, para pegiat sepeda Pelajar NyaSaB, para civitas akademika berbasis sekolah-sekolah di Kota Bandung. Mereka berperan penting dalam sebaran pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam mengingatkan akan bahaya kebakaran,” kata Yosep.

Selain itu, saat suasana sudah kembali normal, pihaknya berharap edukasi dan sosialisasi pencegahan terjadinya kebakaran dapat tersampaikan juga ke para peserta didik, sehingga dari mereka inilah upaya pencegahan itu bisa terestafetkan di rumahnya masing-masing.

“Perlu ada pendekatan personal dan opsi jangka pendek demikian juga jangka menengah dan jangka panjang sehingga risiko kebakaran bisa ditekan. Kalau semakin banyak inovasi, kreativitas ada banyak potensi yang bisa kami optimalkan. Dengan adanya program seperti ini ke depan semoga bencana kebakaran bisa ditekan,” pungkasnya. (*)

Related posts