Uu: Tak Ada Dispensasi Larangan Mudik untuk Santri

  • Whatsapp
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, saat Safari Ramadan di Kabupaten Indramayu, Rabu (28/4/2021). (foto: humas jabar)

JABARTODAY.COM – INDRAMAYU Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menegaskan tidak ada dispensasi bagi santri pada masa aturan larangan mudik, 6-17 Mei 2021. Pihaknya pun masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait wacana itu.

Mengenai pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait dispensasi mudik bagi santri, sifatnya masih sebatas usulan. Pasalnya hingga saat ini belum ada aturan tertulis baru dari pemerintah pusat.

“Belum ada aturan baru dari pemerintah soal larangan mudik. Artinya, santri juga harus mengikuti aturan tersebut. Kami fatsun kepada pemerintah pusat. Selagi belum ada aturan baru, kami tetap menggunakan aturan konsep lama, artinya tetap dilarang mudik,” tukasnya, di sela Safari Ramadan di Kabupaten Indramayu, Rabu (28/4/2021).

Sosok Panglima Santri menjelaskan, di masa normal para santri biasanya diliburkan pada hari ke-20 Ramadan. Pesantren memadatkan pembelajaran agar santri dapat pulang lebih awal. Sehingga, mereka baru bisa pulang setelah 20 Ramadan. Sementara bila santri baru diliburkan pada 20 Ramadan, maka akan sangat berdekatan dengan 6 Mei 2021.

Maka sebelum tanggal tersebut, Uu menyarankan pengelola pesantren mulai memikirkan kepulangan santri dari sekarang. Apalagi sebelum 6 Mei, yang diberlakukan pihaknya barulah pengetatan mudik.

Baca Juga

Sehingga perjalanan dalam negeri masih diperbolehkan dengan sejumlah syarat tertentu. Misalkan negatif Covid-19 berdasarkan rapid antigen, GeNose atau PCR. Ataupun syarat-syarat umum lainnya selama masa pandemi.

“Jadi santri yang mau pulang silakan sebelum 6 Mei, tapi sertakan surat keterangan bebas Covid-19,” ucapnya.

Uu menyesalkan disinformasi di media sosial mengenai pengecualian santri dalam mudik lebaran tahun ini. Hal tersebut dinilainya sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan ditengah masyarakat.

“Kami menyesalkan banyak informasi di medsos beredar, seolah memperbolehkan mudik, seolah presiden bicara. Kalau enggak baca beritanya, jadi seolah membolehkan, padahal tidak,” katanya. (*)

Related posts