Tidak Ada Kawasan Black List Investasi

  • Whatsapp

 

Ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar 2013-2018, Agung Suryamal Soetisno.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar 2013-2018, Agung Suryamal Soetisno.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasa Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman Bupati Karawang. Hasilnya, KPK menciduk Bupati Karawang. Selain itu, KPK pun menangkap Bupati Bogor berkenaan dengan perizinan.

Adanya dua kasus itu, bagi kalangan pengusaha, menjadi sebuah sinyal positif. “Dua penangkapan itu tentunya melahirkan sebuah tuntutan mengenai adanya perubahan sistem perizinan. Utamanya, perizinan yang berkenaan dengan alih fungsi lahan yang dikelola daerah kota-kabupaten,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Agung Suryamal Soetisno, di Sekretariat Kadin Jabar, belum lama ini.

Sambil menyatakan pihaknya menolak berwacana menyusun daftar hitam daerah untuk berinvestasi, Agung meneruskan, sejauh ini, perizinan, termasuk alih fungsi lahan, menjadi otorisasi pemerintah daerah, dalam hal ini bupati atau walikota. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi peluang para pejabat untuk bermain atau melakukan hal-hal yang dapat merugikan.

Diakuinya, sejauh ini, di banyak daerah Jabar, masih terjadi praktik biaya tinggi. Agung menilai, hal yang perlu adalah dorongan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat pada seluruh kota-kabupaten supaya lebih mempermudah izin investasi. “Artinya, kemudahan itu masih seiring dan tidak menyalahi regulasi yang berlaku. Kami kira, kami tidak perlu menyusun daftar hitam daerah-daerah yang rawan. Kami kira, yang perlu adalah menuntaskan segala jenis hambatan bagi dunia usaha, termasuk investasi,” paparnya.

Agung berpandangan, pasca tertangkapnya Bupati Korawang dan Bogor, pada masa depan, dapat terjadi transparansi dan kehati-hatian setiap kepala daerah ketika menerbitkan izin. Agung menilai, idealnya, setiap kepala daerah memberi kelonggaran dan keleluasaan bagi para pelaku bisnis, utamanya, yang berkeinginan kuat untuk berinvestasi. “Jangan lakukan sikap yang tidak elok saat para pelaku usaha berkeinginan untuk investasi,” sahut Agung. (ADR)

Related posts