Hadapi Mudik, Dinkes Terjunkan 200 Tenaga Medis

  • Whatsapp
Dua buruh wanita yang bekerja di salah satu pabrik tekstil di Cipacing, Jatinangor, saat pulang kerja, baru-baru ini. (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)
Dua buruh wanita yang bekerja di salah satu pabrik tekstil di Cipacing, Jatinangor, saat pulang kerja, baru-baru ini. (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Menyambut arus mudik, Dinas Kesehatan Kota Bandung mengerahkan tenaga kerja sebanyak 200 orang, 194 diantaranya adalah dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta pengemudi, termasuk keamanan.

Tenaga dari Palang Merah Indonesia Kota Bandung sekitar 90 orang. Belum ditambah bantuan dari PT Kereta Api Indonesia, PT Angkasa Pura, dan Jasa Marga, sehingga totalnya mencapai 400 orang. Mereka akan bekerja sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

“Ini kan namanya pos pelayanan di tempat, jadi bukan perawatan. Jadi kalau pos pelayanan itu, pertama melayani kedaruratan kemudian bila perlu dirujuk ya dirujuk. Kemudian, kalau kasusnya bisa ditangani di lokasi ya langsung dilayani. Jadi memang memilah pertolongan pertama kira-kira seperti itu,” urai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Achyani Raksanagara, di Terminal Cicaheum, Rabu (23/7/2014).

Yang ditangani Dinkes, seperti diutarakan Achyani, hanya Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang. Dengan rincian 6 puskesmas yang beroperasi 24 jam, lalu 10 puskesmas dan 10 rumah sakit siaga di jalur mudik. “Kalau untuk PMI di titik-titik keramaian, seperti kebun binatang, Taman Lalu-Lintas Cibiru, dan Alun-alun,” paparnya.

Sedangkan yang dikelola Jasa Marga, disampaikan Achyani, berada di rest area kilometer 47, 72, 147 dengan tenaga dari RS Kawaluyaan dan lainnya. Untuk stasiun dipegang PT KAI, dan bandara oleh PT Angkasa Pura. (VIL)

Related posts