
JABARTODAY.COM, BANDUNG BARAT – – Pengurus Daerah Pemuda Persatuan Ummat Islam Kabupaten Bandung Barat (PD Pemuda PUI KBB) menggelar Rapat Kerja Daerah III (RAKERDA III) pada Ahad, 10 Mei 2026, bertempat di Pondok Pesantren Arafah Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Mengusung tema “Perkuat Basis, Sambut Kejayaan Abad Kedua PUI”, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi segenap pengurus dan unsur badan otonom PUI se-Bandung Barat untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Dari forum tersebut, lahir lima program strategis yang akan menjadi peta jalan Pemuda PUI KBB dalam menghadapi tantangan dakwah dan organisasi di era baru.
Pimpinan dan pengurus Pemuda PUI Bandung Barat hadir lengkap dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut. Turut memeriahkan RAKERDA, pimpinan Ponpes Arafah, Ustadz Agus Ishaq dan Ustadz Rudi, beserta para santri dan santriwati yang ikut menghadiri dan menyaksikan jalannya forum. Suasana pesantren yang kondusif menjadi latar yang tepat bagi diskusi serius tentang masa depan organisasi kepemudaan Islam tersebut.
Lima Program Strategis Pemuda PUI KBB
RAKERDA III ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga menghasilkan keputusan-keputusan konkret yang langsung bisa dioperasionalkan. Ketua Umum Pemuda PUI KBB, Julhayadi, memaparkan secara rinci kelima program strategis yang disepakati bersama dalam forum tersebut.
“Kami sepakat untuk merumuskan dan menetapkan lima program strategis di Pemuda PUI KBB. Pertama bidang kaderisasi. Bahwa kami menargetkan bisa merekrut 1.000 anggota yang nantinya akan menjadi kader baru PUI KBB. Caranya dengan rutin melaksanakan Training Intisab 1 (TI 1) sebagai gerbang mereka masuk dan diterima sebagai anggota PUI. Kedua, mengenai tata kelola organisasi. Kami akan ekspansi dengan membentuk lembaga baru yang dinamakan Ahmad Sanusi Institut. Lembaga ini akan menjadi lembaga taktis untuk melakukan kajian dan bedah pemikiran KH. Ahmad Sanusi sang pendiri PUI sekaligus Pahlawan Nasional. Selain itu kami menargetkan akan membentuk dan memenuhi cabang di 16 Kecamatan yang ada di Bandung Barat. Saat ini sudah terbentuk 14 Cabang dan tinggal 2 kecamatan yang belum terbentuk. Ketiga terkait dengan kemandirian ekonomi. Kami akan membentuk koperasi sebagai wadah pengembangan ekonomi anggota. Keempat juga terkait dengan ekonomi dan juga sosial. Kami akan membentuk gerakan Pos Dana Abadi Ummat. Gerakan ini sebagai wadah untuk menampung dana ummat dan kader yang akan dimanfaatkan untuk dakwah dan sosial di Bandung Barat. Kelima terkait keputusan melaksanakan Musyawarah Daerah. Kami menargetkan pelaksanaan Musda pada bulan Desember tahun ini. Sebenarnya Musda ini dipercepat dari jadwal yang seharusnya yakni bulan Februari 2027. Tapi untuk merapihkan kalender organisasi maka kita majukan ke bulan Desember akhir tahun ini,” ungkap Julhayadi, Ketua Umum Pemuda PUI KBB
Rekrut 1.000 Kader Lewat Training Intisab
Program pertama yang dicanangkan berfokus pada penguatan kaderisasi. Pemuda PUI KBB menargetkan rekrutmen 1.000 anggota baru yang akan ditempa menjadi kader-kader PUI yang militan dan berdedikasi. Mekanisme penerimaan anggota akan dilakukan melalui pelaksanaan Training Intisab 1 (TI 1) secara rutin — sebuah program orientasi yang berfungsi sebagai gerbang resmi seseorang untuk masuk dan diakui sebagai bagian dari keluarga besar PUI.
Target seribu kader baru ini bukan angka yang dipilih sembarangan. Ia mencerminkan ambisi Pemuda PUI KBB untuk memperluas jangkauan dan memperkuat basis massa organisasi di seluruh penjuru Kabupaten Bandung Barat, seiring dengan momentum peringatan Abad Kedua PUI yang menjadi tema besar RAKERDA kali ini.
Ahmad Sanusi Institut dan Ekspansi ke 16 Kecamatan
Program kedua menyentuh aspek tata kelola dan ekspansi organisasi. Pemuda PUI KBB berencana mendirikan sebuah lembaga baru bernama Ahmad Sanusi Institut — sebuah lembaga kajian yang difungsikan sebagai pusat bedah dan pengembangan pemikiran KH. Ahmad Sanusi, sang pendiri PUI yang juga telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Lembaga ini diharapkan menjadi jangkar intelektual yang menautkan semangat perjuangan pendiri dengan tantangan dakwah kontemporer.
Di sisi kelembagaan teritorial, Pemuda PUI KBB menargetkan terbentuknya cabang organisasi di seluruh 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Hingga RAKERDA digelar, 14 kecamatan telah memiliki cabang yang aktif. Hanya dua kecamatan yang belum terjangkau, dan penuntasan target ini menjadi prioritas yang ingin diselesaikan dalam waktu dekat.
Koperasi, Dana Abadi Ummat, dan Percepatan Musda
Program ketiga dan keempat bermuara pada penguatan kemandirian ekonomi umat. Pemuda PUI KBB akan mendirikan koperasi sebagai wadah yang mewadahi pengembangan ekonomi para anggota secara gotong royong. Selain itu, organisasi ini juga akan meluncurkan gerakan Pos Dana Abadi Ummat — sebuah instrumen penghimpunan dana dari anggota dan masyarakat yang hasilnya akan dialokasikan untuk kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan di Bandung Barat.
Program kelima dan sekaligus yang menjadi keputusan penting dari RAKERDA ini adalah percepatan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PUI KBB. Awalnya, Musda dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027. Namun demi menata kalender organisasi agar lebih rapi dan teratur, forum sepakat memajukannya ke bulan Desember 2026.
RAKERDA III Pemuda PUI KBB ini menjadi sinyal kuat bahwa organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Bandung Barat tengah bergerak dengan penuh kesungguhan dan visi yang jelas. Dengan lima program strategis yang telah ditetapkan, Pemuda PUI KBB tampak siap memasuki babak baru perjuangan dakwah — mewarisi semangat pendirinya, KH. Ahmad Sanusi, sekaligus menjawab tantangan zaman yang terus berubah.[ ]





