Perbanyak Danau Retensi Bukan Hal Mudah

imagesJABARTODAY.COM – BANDUNGĀ  Menanggapi keluhan Pemerintah Kabupaten Bandung terkait pembangunan tol air di Kota Bandung, Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman menilai, harus ada koordinasi lanjutan antara Pemkot dan Pemkab Bandung. Karena, saling menyalahkan takkan menyelesaikan persoalan yang ada.

“Kalau saling menyalahkan, tentu tak akan ada ujungnya. Seharusnya ada koordinasi antara Pemkot dan Pemkab Bandung, dalam hal tersebut. Mengingat dampak banjir di Kota Bandung, juga tak lepas dari buangan di Kawasan Bandung Utara (sebagian berada di wilayah Kabupaten Bandung),” ujar Entang, di Gedung Parlemen, Senin (21/11).

Entang juga memandang, usulan Pemkab Bandung agar memerbanyak danau retensi, tidak mudah diwujudkan. Pasalnya, untuk membangun infrastruktur tersebut, alokasi dana yang dikeluarkan tak sedikit. Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mesti turun tangan dalam hal ini.

“Untuk di pusat kota, harus dilakukan pembebasan lahan. Jadi, mau tidak mau, saat ini air pasti mengalir ke dataran yang lebih rendah. Banjir di Kabupaten Bandung sebenarnya sudah terjadi lama, dan ini sebenarnya dampak dari pembangunan di KBU yang sudah tak terkontrol,” tukas politisi Partai Demokrat tersebut.

Apalagi, untuk minimalisir limpasan air dari Kota Bandung ke Kabupaten Bandung, dibutuhkan danau retensi dengan skala besar. Jika dalam skala kecil dengan luas ribuan meter, tentu tak akan efektif. “Volume debit air yang masuk ke Kota Bandung kan besar, kalo luasan hanya 2.000 meter percuma, dalam satu jam juga penuh. Sehingga, harus dalam puluhan hektar atau banyak lokasi pembuatan danau retensi,” papar Entang.

Sementara, dalam perbanyak jumlah titik danau retensi, bukanlah hal yang mudah, mengingat di pusat kota Bandung, merupakan wilayah padat penduduk. Meski demikian, untuk wilayah timur Kota Bandung, menurut Entang, masih memungkinkan, karena Pemkot miliki aset tanah di kawasan tersebut. (vil)

Related posts