Thursday , 21 November 2019
Home » Info Jabar » MUI Jabar Imbau Pengurus Masjid Waspadai Crosshijaber

MUI Jabar Imbau Pengurus Masjid Waspadai Crosshijaber

Crosshijaber

JabarToday.com, Bandung — Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat (MUI Jabar) mengimbau para pengurus masjid (DKM) agar lebih waspada terkait fenomena crosshijaber, yaitu pria yang menggunakan busana muslimah (jilbab/hijab).

Crosshijaber sudah memperlihatkan diri di Kota Bandung dan kota lain di Indonesia. Mereka menyusup ke kalangan muslimah di masjid-masjid, pengajian, bahkan toilet wanita.

Di Ternate, polisi menangkap crosshijaber yang kerap menyamar untuk mencuri. Di Sukoharjo, crosshijaber memiliki motif bisa memeluk wanita dan mencuri.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (17/10/2019), mereka tidak hanya memposting aksinya di tengah para muslimah. Para pria tersebut tidak segan menggugah fotonya lengkap dengan busana muslim syar’i dalam akun grup media sosial.

Menanggapi adanya fenomena tersebut, Sekertaris MUI Jabar Rafani Akhyar mengungkapkan, sejauh ini MUI belum mendapat laporan mengenai fenomena crosshijaber. Namun, isu tersebut sudah sangat ramai dan dikhawatirkan memiliki motif kriminal hingga seksual.

“Jadi ada fenomena seperti ini patut dipertanyakan. Karena itu MUI Jawa Barat mengimbau kepada masyarakat, terutama kepada DKM-DKM untuk mewaspadai terjadinya penyusupan laki-laki yang memakai pakaian hijab itu,” ujarnya dikutip Liputan6.

MUI Jawa Barat mengimbau seluruh pengurus masjid untuk waspada dan ikut menangkap pelaku crosshijaber yang meresahkan kaum hawa yang hendak melakukan ibadah.

MUI pusat juga menganggap fenomena crosshijaber. Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Zainut Tauhid, menegaskan crosshijaber diharamkan dalam ajaran Islam.

“Ajaran Islam sejatinya melarang keras pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria karena secara takdir dan syariat pria dan wanita adalah berbeda,” tegasnya, Senin (14/10/2019).

Menurut Zinut, Nabi Muhammad SAW sudah melarang hal ini sejak lama. Bahkan, dalam beberapa hadis, kata Zainut, beliau menyebutkan bahwa Allah SWT melaknat kaum pria yang menyerupai wanita dan sebaliknya.

Baca Juga:  Cari Kerja? Kunjungi Indonesia Career Expo di Sabuga Bandung

“Larangan tersebut sejak pada zaman Rasulullah SAW sebagaimana haditsnya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki (HR. Imam Bukhori),'” kata Zainut.

Ia pun menghimbau kepada seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena tersebut. Mengingat belum diketahuinya motif dari mereka yang melakukan hal itu.

“Fenomena crosshijaber perlu diwaspadai apa motif gerakan ini? Apakah sekedar mode saja ataukah ada motif lain, misalnya kriminal, teror atau ingin merusak citra hijab itu sendiri,” katanya.*