Kuasa Hukum: Sah! Tak Ada Niat Dadang Suganda Sembunyikan Harta

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dalam praktik penegakan hukum tindak pidana pencucian uang (TPPU) perlu terlebih dahulu dibuktikan tindak pidana asalnya. Misalnya dari tindak pidana korupsi, maka perbuatan menyembunyikan, menyamarkan hasil korupsinya harus terlebih dahulu terbukti tindak pidana korupsinya.

Akan halnya, yang menyelimuti perkara dugaan tindak pidana korupsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung dan TPPU atas terdakwa Dadang Suganda.

“Tidak ada niat menyamarkan dan menyembunyikan hartanya. Dia (Dadang Suganda) murni pengusaha,” ujar kuasa hukum terdakwa, Efran Helmi Juni, usai sidang dugaan tindak pidana korupsi RTH Kota Bandung dan TPPU, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (9/2/2021).

Menurut Efran, Dadang disebut para saksi memiliki banyak aset. Hal ini membuktikan bahwa harta kekayaannya berasal dari hasil usaha yang sah.

“Saking banyaknya (aset Dadang Suganda), baik berupa tanah, rekening, rumah, dan aset-aset perusahaan. Ini membuktikan terdakwa orang yang sukses dalam usahanya,” kata Efran.

Baca Juga

Sejumlah saksi diperiksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri aliran uang terdakwa. Terlebih dalam perkembangan kasus TPPU.

Dalam sidang hari ini mendengarkan keterangan empat orang saksi. Mereka ialah dua pengusaha yaitu Rudi Rakian dan Nana Mulyana, serta dua karyawan showroom mobil, Desi Suhartini dan Yani Sopiyani.

Dalam kesaksiannya, mereka  mendudukkan terdakwa adalah pengusaha yang mampu membeli kendaraan untuk diri sendiri dan keluarganya. Sementara itu, terdakwa dihadirkan secara virtual karena sedang menjalani tes usap di Lapas Sukamiskin Bandung. 

Dalam konstruksi perkara TPPU disebutkan terdakwa bersama keluarganya membelanjakan dan membeli barang mewah menggunakan uang hasil jual beli tanah RTH. Penggunaan uang terus didalami penuntut umum KPK melalui keterangan para saksi.

“Peran orang-orang terdekatnya dalam perkara dugaan TPPU masih dalam proses pendalaman dengan mengonfirmasi saksi-saksi,” ucap PU KPK.

PU KPK pun akan memeriksa saksi dari unsur keluarga. Dia akan dikonfirmasi terkait posisinya sebagai salah seorang saksi pengguna uang. (*)

Berita Terkait