Irfan Nahkodai BJB, Mantan Petinggi KPK Jadi Komisaris

Bank BJB
Bank BJB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Akhirnya, setelah menunggu beberapa waktu lamanya, akhirnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb, kini, memiliki jajaran direksi yang lengkap. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Hotel Hyatt Regency, Jalan Sumatera Bandung, yang berlangsung ketat pada  Jumat (19/12) malam, memutuskan, posisi Direktur Utama bank bjb dijabat Ahmad Irfan, yang sebelumnya, berposisi sebagai Direktur Komersial.

Hal luar biasa lainnya, selain putusan tentang jajaran direksi, RUPS Luar Biasa itu pun bersepakat bahwa posisi Komisaris Utama bank bjb diisi mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adalah Taufiqurrahman Ruki yang terpilih sebagai Komisaris Utama bank bjb.

“Menjelang akhir 2014, bank bjb kini memiliki formasi lengkap, baik jajaran komisaris, maupun direksi,” tandas Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai RUPS Luar Biasa, yang berlangsung hingga malam tersebut. Menurutnya, lengkapnya formasi tersebut memercikan harapan besar bagi lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut.

Harapannya, cetus Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan tersebut menjadi lebih maju pada tahun-tahun mendatang. Aher menyatakan, dua sosok yang mengisi jabatan Komisaris Utama dan Direktur Utama bank bjb itu dapat menjadi penyemangat bagi lembaga perbankan daerah terbesar tersebut sehingga menjadi bertumbuh jauh lebih baik dan dinamis.

Hasil RUPS Luar Biasa bank bjb yang dihadiri oleh para pemegang saham juga menetapkan enam direksi. Di antara enam posisi direksi itu, Zaenal Aripin tetap menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Lima lainnya, penentuannya pada pekan depan. Ada pun kelima posisi direksi bank bjb lainnya diisi oleh Agus Gunawan,  Nia Kania, Benny Santoso, Fermiyanti, dan Suartini.

Dalam RUPS Luar Biasa tersebut, jajaran direksi bank bjb bertambah satu, yaitu Direktur Kredit Mikro. Fungsinya menangani bisnis usaha mikro, yaitu melakukan penyaluran kredit bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   (ADR)

Related posts