Sunday , 17 November 2019
Home » Sosok » Irfan: Perkuat Sektor Mikro

Irfan: Perkuat Sektor Mikro

Foto: WEB
Foto: WEB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb menyatakan bahwa lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut, kini, resmi, memiliki jajaran direksi dan komisaris yang lengkap. Hasil RUPS Luar Biasa  di Hotel Hyatt Regency, Jalan Sumatera Bandung, yang berlangsung ketat pada  Jumat (19/12) malam, menyatakan, Ahmad Irfan resmi sebagai Direktur Utama bank bjb.

Hasil lainnya, bank bjb kini memiliki enam direksi. Posisi terbaru yaitu Direktur Kredit Mikro. Satu di antara enam posisi direksi itu sudah terisi yaitu Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, yang dijabat Zaenal Aripin. Lima lainnya, penentuannya pada pekan depan.

“Benar. Hasil RUPS Luar Biasa menyatakan kami memiliki enam posisi direksi. Baru satu yang pasti, yaitu Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, yaitu Bapak Zaenal Aripin. Posisi lainnya kami putuskan pekan depan. Yang pasti, Senin (22/12), kami mulai bekerja,” tandas Irfan, usai RUPS Luar Biasa.

Diutarakan, hadirnya posisi Direktur Kredit Mikro itu karena jajarannya memang ingin memperkuat sektor tersebut. Pasalnya, jelas dia, sektor mikro bukan hanya merupakan pangsa pasar yang potensial, melainkan juga menjadi penggerak roda ekonomi, khususnya, di Jabar.

Berbicara tentang rencana bisnis, Irfan menegaskan, hadirnya jajaran direksi itu membuat pihaknya lebih fokus pada terciptanya pertumbuhan kinerja  yang jauh lebih berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu strateginya, ungkap dia, melakukan pemerkuatan fundamental.

Pihaknya, cetus Irfan,  optimistis bahwa tahun depan, mampu mencatat pertumbuhan. Berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) yang sudah diserahkan bank bjb kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tuturnya, tahun depan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan 17-18 persen.

Hingga triwulan III tahun ini, sebut Irfan, pihaknya meraih laba Rp 716 miliar. Total penyaluran kredit hingga periode yang sama, sambungnya, senilai Rp 49,2 triliun. Kemudian, jumlah dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 64,7 triliun. Sementara untuk asset, nilainya sebanyak Rp 78,7 trliun.  (ADR)