Buruh Ingin UMK Naik, Disnaker: Cukup Berat

aksi buruhJABARTODAY.COM – BANDUNG

Hampir setiap tahun, di Indonesia, para pelaku usaha harus merealokasi biaya operasionalnya, utamanya, yang berkaitan dengan upah atau gaji para pekerjanya. Itu terjadi karena setiap tahun terjadi kenaikan upah minimum kabupaten/kota.

Tahun depan pun, kalangan buruh dan pekerja yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja merancang berapa angka kenaikan upah mereka ajukan kepada pemerintah. Pengajuan itu berdasarkan perkembangan ekonomi, satu di antaranya inflasi.

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Barat mengusulkan bagi para pekerja yang upah atau gajinya tidak melebihi Rp 2 juta per bulan, kenaikannya 30%. Sedangkan para pekerja atau buruh yang gajinya melebihi Rp 2 juta per bulan, naiknya 20%.

Menanggapi keinginan buruh tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Herry M. Djauhari mengakui, kenaikan itu cukup berat. Apalagi, pihaknya sudah menghitung Kebutuhan Hidup Layak yang pantas untuk diberikan kepada para pekerja Kota Bandung. “Saat ini kami sedang adakan survei untuk melihat seberapa kebutuhan buruh. Nanti hasilnya menjadi pertimbangan kita untuk menyesuaikan upah,” ujar Herry, saat dihubungi, Rabu (8/10/2014).

Dirinya menyebut, UMK Kota Bandung sebesar Rp 2 juta, sudah cukup tinggi. Namun, pihaknya tetap melakukan kajian untuk melihat apakah upah pekerja harus dinaikkan atau tidak. Maka itu, saat ini, Disnaker dan Dewan Pengupahan masih berkoordinasi soal tersebut. “Kita akui cukup berat,” singkat Herry. (VIL)

Related posts