Tindak Kriminal Diklaim Menurun

Kejaksaan AgungJABARTODAY.COM – BANDUNG

Masyarakat Jawa Barat dapat bernapas lega, dikarenakan tindak kriminal mengalami penurunan. Itu terbukti dari jumlah Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dari Kepolisian Daerah Jawa Barat yang semakin sedikit.

Dikatakan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar Suparman, pihaknya menerima 22 SPDP untuk tindak pidana umum. Ia mengklaim, biasanya jumlah yang diterima lebih tinggi. “Biasanya lebih besar. Sekitar 30 sampai 40 SPDP, sekarang menurun,” ujar Suparman, di ruang kerjanya, Rabu (8/10/2014).

Mayoritas kasus yang masuk adalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang serta terjadi di Kota Bandung. Ia menyatakan, bahwa seluruh SPDP yang masuk ke Kejati Jabar, dimajukan ke meja hijau. “Ya, semuanya masuk persidangan,” tukas Suparman.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandung Irfan Wibowo menyebut, hingga akhir Agustus 2014, pihaknya menerima 50 SPDP dari kepolisian. “Tahun lalu, saat saya baru masuk, ada sekitar 90 SPDP. Malah pernah mencapai ratusan SPDP,” ungkap Irfan, beberapa waktu lalu.

Dari puluhan SPDP tersebut, didominasi oleh kejahatan jalanan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga kasus berandalan bermotor. Meski begitu untuk kasus berandalan bermotor, ditandaskan Irfan, nyaris tidak ada lagi. (VIL)

Related posts