Sektor Agro dan Kelautan Minim Penyuluh

NET
NET

JABARTODAY.COM- BANDUNG

Kehadiran tenaga penyuluh memiliki peran besar dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditi agro, seperti perkebunan, kehutanan, termasuk peternakan, perikanan, dan kelautan. Namun, hingga kini, ternyata, negara ini masih belum memiliki jumlah tenaga penyuluh yang ideal.
 
“Untuk kehutanan, idealnya, kebutuhan tenaga penyuluh sekitar 27 ribu orang. Tapi, saat ini, baru sekitar8 ribu orang. Itu terdiri atas 3.938 orang tenaga penyuluh, 4.055 tenaga penyuluh swadaya masyarakat, dan 53 orang tenaga penyuluh swasta,” tukas Indriastuti, Komisi Penyuluhan Kehutanan Nasional, usai Diskusi Forum Group Discussion di Hotel Perdana Wisata, Kamis (9/10/2014).
 
Menurutnya, kehadiran penyuluh tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga wawasan dan pengetahuan para petani. Hal itu, tambahnya, meningkatkan daya saing dan mendongkrak perekonomian. Terlebih, pada 2015, Indonesia terlibat pada ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN. Tentunya, lanjut dia, saat agenda itu bergulir, tingkat persaingan semakin ketat.
 
Sayangnya, kata dia, hingga kini, masih banyak kendala, tidak hanya minimnya jumlah penyuluh, tetapi juga hal lainnya. Dalam hal tenaga penyuluh, sebutnya, saat ini, mengalami keterbatasan. Apalagi, kata dia, 30 persen tenaga penyuluh segera memasuki masa pensiun,
 
Untuk meningkatkan kualitas sekaligus menambah jumlah tenaga penyuluh, Indriastuti menyatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, melakukan sertifikasi dan uji kompetensi tenaga penyuluh. (ADR)

Related posts