Bom Molotov Sasar Sekretariat PDIP, Bentuk Teror Baru di Indonesia?

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono

JABARTODAY.COM – BANDUNG Aksi teror pelemparan bom molotov di Sekretariat DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Cianjur, menjadi sebuah ancaman nyata.

Kejadian itu, kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, tak dapat dibiarkan. Dia mengutuk keras peristiwa tersebut, namun tetap meminta seluruh kader PDI Perjuangan, khususnya di Cianjur, tetap tenang dan tidak terpancing, serta menjaga kondusivitas.

Read More

“Kami mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov tersebut, karena ini merupakan ancaman bagi rakyat Indonesia, khususnya PDI Perjuangan. Tindakan teror di dalam negeri masih aktif, tidak boleh dibiarkan,” kata Ono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Menurut dia, aksi pelemparan bom molotov tersebut sudah yang ketiga kalinya. Kasus pertama menyasar Sekretariat PAC PDI Perjuangan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang juga rumah dari kader PDI Perjuangan, Rosefield Panjaitan, 28 Juli lalu. Selang sehari, aksi serupa terjadi di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, yang juga rumah dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Muad Khalim. Terbaru, yang berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, dinihari tadi.

Rentetan kejadian ini menunjukkan kecenderungan adanya pelaku teror dalam melancarkan serangannya, lantaran pelaku tidak lagi melakukan serangan pada obyek-obyek vital seperti di kota-kota besar.

“Melalui serangan di daerah-daerah dengan target sekretariat PDIP, ini tidak sekadar untuk membuktikan eksistensi, tapi ada target lain,” cetus anggota Komisi IV DPR RI ini.

Ono menilai, serangan terhadap sekretariat PDI Perjuangan di daerah-daerah menunjukkan bila ruang gerak pelaku teror semakin sempit. Karenanya, dia meminta aparat keamanan, dalam hal ini kepolisian, untuk serius menuntaskan kasus tersebut. Apalagi, ungkap dia, pihaknya telah melakukan pelaporan sejak insiden pertama, namun belum ada titik terang.

“Aparat keamanan, baik TNI atau Polri, agar dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami berharap agar kejadian ini tak terulang kembali,” tegasnya. (*)

Related posts