Rizal Khaerul Mundur, Baru Satu Balon Ketua DPD Golkar Kota Bandung Kembalikan Formulir

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya (baju coklat) mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Sempat namanya mencuat sebagai calon yang diperhitungkan di bursa pemilihan ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Bandung  2020-2025, Rizal Khaerul, tiba-tiba saja menyatakan mundur dari pencalonan, dan menyatakan dukungannya kepada Edwin Senjaya untuk maju mencalonkan diri di Musda X DPD Partai Golkar Kota Bandung.

Ketua Steering Committee Musda X DPD Golkar Kota Bandung Hj. Nenden Sukaesih usai menerima pengembalian formulir pendaftaran calon ketua DPD Golkar Kota Bandung Edwin Senjaya, Kamis (6/8/2020), di Sekretariat DPD Golkar, Jalan Pelajar Pejuang 113, Kota Bandung, membenarkan mundurnya Rizal dari pencalonan.

Read More

Menurutnya, sejak tahapan penjaringan bakal calon ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung dibuka pada 3 Agustus, baru satu orang yang mengembalikan formulir pendaftaran.

Dalam kesempatan itu, hadir seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung, yakni Ketua Fraksi Juniarso Ridwan, Sekretaris Fraksi Wawan Muhammad Usman, Wakil Ketua Fraksi Rizal Khaerul, Bendahara Hj. Nenden Sukaesih dan Devi Amukti Palapa (anggota). Kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan atas pencalonan Edwin Senjaya, yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung.

Dalam Musda kali ini, lanjut Nenden, awalnya memang terdapat 4 kandidat bakal calon ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, namun akhirnya mengerucut menjadi 3 calon.

“Empat calon itu adalah H Edwin Senjaya, Deden Hidayat, Imas Sumiati, serta Rizal Khaerul. Namun Rizal Khaerul yang dapat dikatakan termasuk calon kuat, menyatakan mundur dan menyerahkan semuanya kepada Edwin Senjaya,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung ini.

Pengunduran diri Rizal merupakan bentuk dukungan agar terciptanya kondusifitas, serta tidak adanya konflik yang bisa memecah persatuan partai.

Di tempat sama, Rizal menerangkan, dirinya mundur dari daftar balon ketua DPD adalah demi terciptanya Musda yang aman, damai, sejuk, serta tidak adanya perpecahan pada saat pelaksanaan nanti.

“Poin penting sebuah musyawarah daerah adalah terjalinnya mufakat bersama. Karena itu lebih baik daripada berkonflik di antara para kandidat,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung ini.

Menyoal dukungannya yang ditunjukan kepada Edwin Senjaya menjadi calon paling kuat dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kota Bandung, Rizal mengaku tidak kecewa. Hal itu dilakukan demi terciptanya Musda yang amanah.

“Terpilihnya Edwin Senjaya secara aklamasi lebih baik dari pada terjadi konstelasi yang karut marut. Keputusan dukungan ini juga demi kejayaan partai Golkar kedepan. Saya berbesar hati, mendukungnya untuk membesarkan Partai Golkar,” sebut Rizal.

Sementara itu, Edwin Senjaya berharap, jika terpilih sebagai ketua akan berusaha memenuhi target Golkar menambah perolehan suara partai. Bahkan, bila mungkin jadi pemenang di Pemilihan Umum 2024.

“Selain itu dalam Pilkada Kota Bandung, kita mengharapkan adanya kader Partai Golkar yang maju. Baik menjadi walikota, maupun wakilnya,” harap Wakil Ketua DPRD Kota Bandung ini.

Disamping itu, Edwin menyebutkan ini adalah sejarah baru dalam musda partai Golkar Kota Bandung, dimana adanya seorang calon ketua DPD potensi yang berendah hati untuk bergabung dengan calon lain dan mendorong pemilihan secara aklamasi.

“Ini adalah awal yang baik bagi Partai Golkar dalam meraih perolehan suara di legislatif maupun eksekutif. Kursi wakil rakyat yang besar dan kepala pemerintahan, insya Allah akan bisa kita dapatkan,” pungkas Edwin. (*)

Related posts