PDIP Ajak Kader Partai Solid Hadapi Serangan atas Demokrasi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Achmad Nugraha

JABARTODAY.COM – BANDUNG Teror bom molotov yang ditujukan kepada sekretariat PDI Perjuangan di daerah, merupakan bagian dari upaya merongrong dan mengotori demokrasi.

”Teror bom molotov yang ditujukan kepada PDIP merupakan bentuk pembungkaman terhadap perjuangan integritas keberagaman di Indonesia dan memecah belah bangsa,” ucap Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Achmad Nugraha, Jum’at (7/8/2020).

Read More

Menurut Achmad, upaya pembungkaman itu terlihat dari tindak kekerasan yang belakangan ini dialamatkan kepada para kader PDI Perjuangan.

Peristiwa teror bom molotov sudah yang ketiga kalinya. Kasus pelemparan bom molotov pertama kali terjadi menyasar Sekretariat PAC PDI Perjuangan Megamendung, Kabupaten Bogor yang juga rumah dari kader PDI Perjuangan, Rosefield Panjaitan pada 28 Juli lalu.

Selang sehari, berikutnya Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, yang juga rumah dari kader sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim pada 29 Juli 2020.

Terbaru, insiden serupa terjadi di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, 7 Agustus 2020, dinihari.

Atas referensi itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung ini menggarisbawahi lemahnya respon aparat penegak hukum terhadap tindak kekerasan kelompok radikal yang ditujukan kepada PDI Perjuangan.

“Kelemahan ini dianggap sebagai alasan semakin meningkatnya tindak kekerasan serupa akhir-akhir ini,” tukas Achmad.

Tindakan kekerasan dalam bentuk teror bom molotov, lanjutnya, dapat mengancam rasa aman setiap warga negara. Karena, teror ini juga langsung ditujukan kepada sekretariat partai politik, dimana tempat tersebut merupakan bagian dari pilar demokrasi di negeri ini. Karenanya, PDI Perjuangan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas motif dibalik serangan teror tersebut.

“Semua intimidasi ini tidak berhasil membungkam kami, PDIP partai besar yang meyakini bahwa memperjuangkan hak-hak konstitusional warga negara dan merawat kebhinekaan adalah bagian tak terpisahkan dari langkah mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Achmad. (*)

Related posts