Home » Ekonomi » Tahun Depan, Santunan Kecelakaan Naik

Tahun Depan, Santunan Kecelakaan Naik

Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Barat, I Ketut Suadnya. (ISTIMEWA)

Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Barat, I Ketut Suadnya. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Berdasarkan peraturan, para korban kecelakaan lalu lintas, baik darat, laut, maupun udara, berhak memperoleh santunan. Adalah PT Jasa Raharja yang menjadi operator pemberi santunan itu.

Mengacu pada peraturan, nilai santunan bagi korban dan para ahli waris kecelakaan nilainya tidaklah sama. Aturan menyatakan, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas darat dan laut, ahli warisnya berhak menerima santunan Rp 25 juta. Sedangkan jika korban kecelakaan udara, santunan bagi ahli waris senilai Rp 50 juta.
 
Santunan bagi korban kecelakaan darat dan laut yang mengalami cacat tetap, nilainya Rp 25 juta. Sedangkan korban cacat tetap akibat kecelakaan udara santunannya sebesar Rp 50 juta. Lalu, korban kecelakaan darat dan laut yang mengalami luka-luka, nilai santunannya berupa biaya perawatan senilai maksimal Rp 10 juta. Sementara korban luka dalam kecelakaan udara, nilai santunannya Rp 25 juta.

 

Pada tahun depan, jika tidak ada kendala, nilai santunan bagi para ahli waris dan korban kecelakaan lebih tinggi. “Tahun depan, ada revisi nilai santunan. Kami harap, nilainya lebih besar daripada sekarang. Saat ini, masih dalam tahap pembahasan pemerintah,” ujar Kepala PT Jasa Raharja Cabang Jawa Barat, I Ketut Suadnya, usai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Polda Jabar, Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan PT Jasa Raharja Cabang Jabar, di Aula PT Jasa Raharja Cabang Jabar, Selasa (24/12).

 

Meski belum mengetahui berapa nilai santunan pada tahun depan, Ketut Suadnya, menyebut salah satu contohnya, yaitu pada klaim bagi para ahli waris yang mengalami korban tewas. Perkiraannya, nilai santunannya naik menjadi Rp 40-50 juta. “Untuk korban luka, kemungkinan menjadi Rp 20 juta,” duganya.

 

Sejauh ini, tukas dia, pihaknya masih menunggu putusan mengenai hal itu yang masih digodok Kementerian Keuangan. Perkiraannya, imbuh dia, putusan mengenai hal tersebut terbit pada Juni 2014.

 

Berbicara tentang klaim santunan, Ketut Suadnya menyatakan, dalam lima tahun terakhir, yaitu periode 2008-2012, total nilai santunan di wilayah kerjanya mencapai Rp 916.159.584.260. Itu terdiri atas santunan korban meninggal dunia sejumlah Rp 639.528.500.000. Kemudian santunan korban luka-luka sebesar Rp 265.201.821.342. “Santunan bagi korban cacat sejumlah Rp 11.429.262.918,” sebutnya.

 

Selama Januari-November 2013, imbuh dia, total santunan mencapai Rp 164.964.773.182. Santuntan tertinggi yaitu bagi ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp 116.339.750.000. Sisanya, yaitu Rp 46.424.860.682 berupa santunan bagi korban luka-luka, dan Rp 2.200.162.500 yang merupakan santunan bagi korban cacat. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.