Wujud Gotong Royong, PDIP Bagikan Ribuan Paket Sembako

  • Whatsapp
Pembagian paket sembako untuk pengurus PDI Perjuangan se-Jawa Barat. Selain untuk membantu mereka di tengah pandemi Covid-19, aksi ini sekaligus menyambut Idul Fitri 1441 H.

JABARTODAY.COM – BANDUNG DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat kembali melaksanakan gerakan gotong-royong guna menangani Covid-19 dengan membagikan paket sembako.

Puluhan ribu paket sembako ini dibagikan kepada seluruh pengurus anak cabang tingkat kecamatan, pengurus ranting tingkat kelurahan dan desa, serta pengurus anak ranting tingkat RW/dusun di seluruh wilayah Jabar.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono mengatakan, aksi pembagian sembako untuk pengurus partai ini dilakukan serentak pada 15-17 Mei 2020.

“Program pembagian sembako untuk struktur partai ini adalah kegiatan yang kami tujukan sebagai wujud gotong royong kami sebagai partai wong cilik, dan pengurusnya pun wong cilik,” ujar Ono, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2020).

Dia menyebut, jumlah paket sembako yang siap dibagikan untuk seluruh Jabar sebanyak 92.632 bungkus. Kegiatan ini pun dalam rangka menyambut Idul Fitri 1441 H.

Baca Juga

“Bantuan sembako untuk pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan di 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, 5.957 desa/kelurahan di Jawa Barat,” ungkap Ono.

Gerakan gotong royong tersebut, lanjut Ono, merupakan hasil udunan dari 13 orang anggota DPR RI, 20 anggota DPRD Jabar, 207 anggota DPRD kabupaten/kota, 12 kepala daerah/wakil kepala daerah, serta 10 calon bupati/walikota.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Ketut Sustiawan menambahkan, selain kepada struktur pengurus PAC, ranting dan anak ranting, setiap DPC juga menambahkan pembagian paket untuk satgas, badan, dan sayap partai.

“Seluruh paket sembako yang didistribusikan terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan mie instan,” bebernya.

Dirinya menegaskan, bila pembagian paket sembako dilaksanakan door to door dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, yakni melakukan social distancing dan physical distancing.

“Tidak ada kerumunan massa, karena paket sembako diantarkan langsung ke rumah penerima,” tegas Ketut. (vil)

Related posts