Uang Ojang Mengalir ke Sejumlah Pihak

Bupati Subang nonaktif Ojang Sohandi berbincang dengan jaksa penuntut umum usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (31/8).
Bupati Subang nonaktif Ojang Sohandi berbincang dengan jaksa penuntut umum usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (31/8).


JABARTODAY.COM – BANDUNG Selama menjabat Bupati Subang, Ojang Sohandi membelanjakan uang sebesar Rp 60.323.796.000 yang dipergunakan untuk membeli sejumlah tanah dan mobil. Padahal, selama menjabat sebagai bupati, dirinya mendapat penghasilan bersumber dari gaji dan tunjangan sebesar Rp 2.016.890.409, serta beberapa usaha dengan nilai sekitar Rp 708 juta.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana dirinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (31/8), atas perkara dugaan suap terhadap dua jaksa terkait penanganan perkara korupsi BPJS Kesehatan Subang. “Jumlah keseluruhan tersebut diduga hasil tindak pidana korupsi berkaitan dengan jabatan terdakwa sebagai Bupati Subang Sejak 2011 sampai 2016,” tutur Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rochayanto di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung.

Dari aset tersebut, digunakan antara lain untuk mengurus penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran pengelolaan dana kapitasi pada program jaminan sosial tahun anggaran 2014 Dinas Kesehatan Kabupaten Subang di Unit III Tipikor Polda Jawa Barat senilai Rp 1,4 miliar yang alirkan melalui Nur Kholim dan Irmanto, orang yang mengaku sebagai penyidik KPK sebesar Rp 500 juta. Serta kepada Auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan, Dorlan senilai Rp 50 juta.

Jaksa juga menuturkan, dari usaha investasi di sekolah YPIB Subang, Ojang mendapat keuntungan sekitar Rp 108 juta, kontrakan Rp 112 juta, warung nasi Rp 528 juta. Berdasar LHKPN Oktober 2014, Ojang memiliki kekayaan Rp 3.706.621.043, yang terdiri dari sejumlah tanah di Kabupaten Subang dan beberapa mobil.

Uang yang diperoleh Ojang diduga disamarkan untuk membeli sejumlah tanah beserta bangunan, membeli sapi 30 ekor, mobil, serta memberi uang kepada Eep Hidayat (mantan Bupati Subang) sebesar Rp 2, 491 miliar, memberi uang kepada anggota Komisi A dan D DPRD Kabupaten Subang sebesar Rp 1.948.756.000, hingga membeli perangkat kampanye sebesar Rp 1,681 miliar.

Jaksa mendakwa Ojang dengan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dirinya terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.

Namun begitu, Ojang tak akan ajukan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan itu. “Kendati ada beberapa jumlah harta yang tidak sinkron, dan tuduhan dugaan uang yang dikorupsi, bukan oleh saya tapi digunakan pilkada, saya tidak ajukan eksepsi, nanti akan dibuktikan dalam fakta persidangan,” sahutnya, usai sidang. (dva)

Related posts