Tinggi, Tingkat Kehadiran ASN di Hari Pertama Kerja

  • Whatsapp
Kehadiran ASN pasca libur lebaran di Jawa Barat cukup tinggi. Hal itu terlihat berdasarkan data pada Senin (17/5/2021).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Aplikasi K-Mob dimanfaatkan untuk mengukur tingkat kehadiran pegawai terutama pada hari pertama kerja usai libur lebaran, Senin (17/5/2021).

Hasilnya sebelum semua perangkat daerah melaporkan secara manual, Badan Kepegawaian Daerah sudah mengetahui lebih dulu persentase tingkat kehadiran pegawai baik aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.   

Menurut Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Jawa Barat Anita Ratnaningsih Supriyo, data kehadiran pegawai merupakan rekapitulasi per pukul 10.00 melalui aplikasi K-Mob. Datanya masih terus diperbarui, namun BKD sudah mendapat gambaran kasarnya.

“Data ini per jam sepuluh pagi. Kita masih terus merekap sampai data akhir kita dapatkan, terutama yang tanpa keterangan itu,” katanya, hari ini.

Diketahui, sebanyak 90,36 persen masuk kantor dari total 36.005 pegawai Pemerintah Provinsi Jabar. Sementara 0,53 persen pegawai cuti, dan 9,1 persen tidak masuk kantor dengan konfirmasi atau atas izin atasan. Sedangkan sisanya atau sekitar 0,4 persen tidak masuk kantor tanpa keterangan.

Baca Juga

“Yang cuti itupun ada cuti melahirkan, sakit, dan alasan penting. Sementara sisanya yang tanpa keterangan masih kita himpun datanya untuk menghitung punishment yang akan diterapkan,” ujarnya.

Anita mengatakan, walaupun BKD telah mendapatkan data dari K-Mob, namun perangkat daerah tetap diminta menyetorkan data tingkat kehadiran pegawai secara manual.

“Meskipun demikian kami tetap meminta semua OPD agar segera mengirimkan data ke BKD untuk diproses,” cetusnya.

K-Mob merupakan aplikasi untuk mengukur tingkat kehadiran pegawai secara _real time_ memanfaatkan teknologi Wifi dan GPS. Skemanya meliputi kehadiran pegawai di dalam dan luar kantor, pengajuan dan persetujuan atasan dalam usulan dinas luar,cuti, lembur, dan izin. Kemudian, ketidakhadiran tanpa keterangan dan penindakan disiplin, laporan presensi personal dan unit kerja, serta laporan dinas luar.

K-Mob dapat diakses pegawai menggunakan telepon seluler, baik yang berbasis android maupun IOS. K-Mob adalah bagian dari _merit system_ dan _smart province_ yang dikembangkan Pemprov Jabar, sesuai amanat PP 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan PP 53/ 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. (*)

Related posts