Dakwah Terus Berlanjut, Pengurus Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya Kembali Dikukuhkan

Semangat Dakwah
KH.M.Roinul Balad (depan) melantik dan mengukuhkan Pengurus Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya ( Foto: Mustopa)

JABARTODAY.COM, TASIKMALAYA – – Patah tumbuh, hilang berganti. Setelah sang generator dakwah di Kota Tasikmalaya; alm. Ust. H. Iip Syamsul Arief M.N meninggal dunia pada Oktober 2025 lalu, dan juga ada beberapa pengurus Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya yang mengundurkan diri, kini Pengurus Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya direvisi.

 

Pada Senin, (9 Maret 2027) bertepatan dengan 19 Ramadhan 1447 H Pengurus Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya kembali dikukuhkan untuk Periode 2022-2027 M.

 

Pengukuhan/Pelantikan Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya diselenggarakan secara sederhana namun penuh khidmat berjalan dengan baik di markas Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya.

Berita Terkait

 

Setelah prosesi pembacaan Surat Keputusan oleh Mustopa; Sekretaris Dewan Da’wah Jawa Barat, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pengurus, Ust. Drs. Maman Resman selaku Ketua Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya yang baru dilantik menyampaikan sambutannya dengan penuh semangat.

 

Ketua Dewan Da’wah Kota Tasikmalaya yang akrab dipanggil Ust. Maman menegaskan bahwa saat ini semua kita harus kembali meneladani dakwahnya founding father Dewan Da’wah seperti Allohu Yarham Bapak M. Natsir.

 

Ust. Maman juga mengingatkan dan menegaskan bahwa pengurus yang ia pimpin saat ini harus senantiasa menjalankan petuah Buya Natsir; jaga keikhlasan, tahu manajemen waktu, dan harus bisa berbenteng di hati umat.

 

Kemudian KH. M. Roin selaku Ketua Dewan Da’wah Jawa Barat menyampaikan sambutan dan arahannya  agar pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan agar senantiasa mengingat visi dan misi Dewan Da’wah yang diantaranya yaitu bagaimana mewujudkan masyarakat yang islami, “Jika berbicara masyarakat yang islami maka penting adanya kaderisasi da’i” tegasnya sambil mencontohkan beberapa kader militan Buya M. Natsir.

 

“Program kaderisasi Dewan Da’wah di Jawa Barat saat ini adalah Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Dewan Da’wah Jawa Barat yang sebelumnya Lembaga Pendidikan Da’wah Islam (LPDI) yang saat ini para lulusannya sudah menjadi generator dakwah baik di lingkungan Jawa Barat maupun diluar Jawa Barat” tegas Kyai M. Roin

 

Selanjutnya Kyai Roin juga menegaskan pentingnya Dewan Da’wah dalam kaderisasi da’i adalah agar dakwah tetap berlanjut terutama dalam binaan wa difaan (membina umat dan membentengi aqidah umat).

 

Pada masa Buya Natsir berada di Konstituante beliau sudah menyatakan bahwa tantangan utama dakwah di Indonesia adalah gerakan pemurtadan,  oleh karena itulah Dewan Da’wah sangat konsen dalam menjaga aqidah umat.

 

Terakhir Kyai Roin menyampaikan bahwa sebagai Pengurus dan Da’i Dewan Da’wah harus memahami betul apa fungsi Dewan Da’wah; yaitu sebagai Pengawal Aqidah, Penegak Syariah, Perekat Ukhuwah, Menjaga NKRI, Solidaritas dunia Islam.

 

“Dalam mewujudkan semua visi, misi, peran, serta fungsi Dewan Da’wah itu, maka Pengurus yang baru kukuhkan kembali harus memuai dengan merutinkan rapat harian yang di awali dengan kajian Pengurus” tegasnya. (Mustopa)

Related posts