Tekan Suku Bunga, Turunkan Cost of Fund

PerbarindoJABARTODAY.COM – BANDUNG
Menurunkan suku bunga perbankan merupakan sebuah hal yang tidak mustahil terjadi di negara ini, mengingat persaingan berpotensi makin ketat seiring dengan segera bergulirnya ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
 
Ketua Umum DPP Perhimpunan Bank BPR Indonesia Joko Suyanto mengakui bahwa sampai saat ini, suku bunga perbankan umum dan konvensional masih lebih rendah daripada BPR. Agar lebih berdaya saing, ujar Joko, yang menjadi pemikiran adalah bagaimana BPR lebih efisien sehingga menetapkan suku bunga yang lebih kompetitif.
 
“Saya kira, memungkinkan BPR menurunkan suku bunganya. Tapi, itu bergantung pada setiap BPR untuk efisiensi, seperti, menurunkan cost of fund. Selain itu, juga menghimpun dana masyarakat sebanyak-banyaknya,” papar Joko usai pembukaan Musyawarah Nasional IX DPP Perbarindo di Hotel Grand Aquilla, Senin (27/10/2014).
 
Berbicara soal pertumbuhan, Joko menyatakan, sejauh ini, kinerja BPR menunjukkan tren positif. Tahun lalu, ucap dia, mengalami pertumbuhan 18 persen. Tahun ini, imbuh dia, proyeksinya sama dengan 2013, yaitu 18 persen.
 
Karenanya, tegas dia, untuk meningkatkan performa bisnis, pihaknya melakukan berbagai upaya agar BPR-BPR lebih berdaya saing saat MEA 2015 bergulir. Di antaranya, meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia.
 
Soal NPL (Non-Performing Loans), Joko mengemukakan, saat ini, secara umum, NPL masih melebihi ketetapan Bank Indonesia, yaitu sebesar 5,3 persen. Meski begitu, Joko optimistis, hingga akhir tahun, BPR dapat menurunkan NPL hingga tidak melebihi 5 persen. “NPL di bawah 5 persen menjadi target yang ingin kami capai tahun ini. Kami optimis dapat merealisasikannya,” tutup Joko. (ADR)

Related posts