Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Oleh Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si.

Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Barat

Program “Nanny 911” yang ditayangkan MetroTV, Minggu (19/10/2008), sungguh menarik. Di sana ditayangkan, seorang ibu muda Jannice (32 tahun) yang memiliki kebiasaan sangat buruk dan jorok. Rumahnya yang megah di sebuah komplek perumahan mewah di sebuah negara bagian di AS, berubah bak kandang babi. Tentu, menjijikkan.  Sang ibu muda ini memiliki kebiasaan buruk yakni lebih memperhatikan babi piarannya (Mickey) ketimbang 2 anaknya yang masih balita Jelly (3,5 tahun) dan Zoey (18 bulan).  Babi “Mickey” bahkan memiliki kamar sendiri di rumah pasangan muda itu. Mickey dibiarkan berkeliaran dan mengacak-acak seisi rumah. Karuan saja,  rumah mereka jadi kotor dan berantakan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah kedua balitanya mulai meniru perilaku binatang seperti yang bisa dilakukan babi “Mickey”. Setiap kali waktu makan, kedua balitanya melemparkan piringnya ke lantai, lalu memakannya sebagaimana cara Mickey makan.  Suatu kali, Zoey melemparkan sebuah buku ke toilet. Kemudian, buku itu diambil dan dijilat. Weaa…aah,  sungguh pemandangan yang tak biasa!  Pernah pula, Zoey putri bungsunya itu tersungkur gara-gara diseruduk Mickey.

Karry (35), sang suami, melihat ada kejanggalan dengan kondisi psikis istrinya. Ia   meminta Nanny, konsultan keluarga sekaligus aktor program reality show Nanny 911, untuk mengubah kebiasaan buruk sang istri yang semakin abnormal.  Maka, datanglah Nanny dan timnya ke rumah mereka. Singkat cerita, selama satu minggu, Nanny berhasil mengubah kebiasaan buruk dan jorok Jannice. Walaupun awalnya Jannice merasa kesal, benci dan dipandang rendah. Ia merasa ada persekongkolan antara suaminya dan Nanny untuk menyudutkan dirinya. Puncaknya, Nanny 911 membuat aturan dan jadwal acara keluarga yang meliputi jadwal dan tempat makan, tidur, bermain, dll. Langkah pertama yang dilakukan Nanny adalah mengeluarkan babi “Mickey” dan di tempatkan di sebuah kandang yang tak jauh dari rumah mereka. Jannice nyaris  mengusir Nanny, karena babi piaraannya dipisahkan dengan dirinya.  Namun, dengan memberikan pengertian terus-menerus pada Jannice, Nanny akhirnya berhasil mengubah kehidupan pasangan muda di AS tersebut.

Ilustrasi singkat tadi menggambarkan betapa kebiasaan yang demikian buruk bisa diubah dengan merubah cara berfikir, disiplin, taat pada aturan serta kerja keras dan pantang menyerah. Dalam waktu singkat, kendati tidak mudah, mindset dan kebiasaan seseorang bisa diubah.

Hidup Bersih dan Sehat

Hidup bersih, sehat, bahagia dan sejahtera lahir bathin adalah dambaan setiap orang.  Hidup berkecukupan materi bukan jaminan bagi seseorang bisa hidup sehat dan bahagia. Mereka yang kurang dari sisi materi, juga bisa menikmati hidup sehat dan bahagia. Karena, kesehatan terkait erat dengan perilaku atau budaya. Perubahan perilaku atau budaya membutuhkan edukasi yang terus-menerus.

Pemerintah sudah cukup lama mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Namun, berbagai kendala klasik menghadang. Diantaranya: disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antar kawasan, dan antar perkotaan-perdesaan, beban ganda penyakit, rendahnya kinerja pelayanan kesehatan, kebiasaan merokok, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan gizi lebih pada balita, rendahnya kebersihan lingkungan, rendahnya kuantitas, pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, terbatasnya tenaga kesehatan dan penyebarannya.

Indikator yang digunakan dalam pendataan PHBS meliputi 11 indikator perilaku antara lain: tidak merokok, persalinan, ASI eksklusif, imunisasi, balita ditimbang, sarapan pagi, makan buah dan sayur, cuci tangan, gosok gigi, dan olah raga. Dari aspek lingkungan, harus memenuhi 7 indikator yaitu: tersedianya jamban, air bersih, bebas jentik, pemilahan sampah, sistem pembuangan air limbah (SPAL), ventilasi, kepadatan dan lantai.

Budaya atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus menjadi bagian integral dari kehidupan kita. PHBS harus tertanam pada anak sejak kecil sehingga mereka sudah terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat hingga mereka dewasa. Kesehatan adalah investasi kita di masa kini dan masa depan. Tidak ada yang bisa kita kerjakan bila badan kita sakit. Bahkan, tidak ada artinya perjalanan karir yang makin menanjak bila kondisi fisik, psikis dan lingkungan kita makin memburuk.

Peran PKK

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sejatinya menjadi tugas setiap orang, tidak hanya kaum perempuan. Kendati motor penggerak PKK sebagian besar kaum perempuan. Yang perlu dipahami masyarakat adalah ada perbedaan siginifikan antara PKK dulu dengan sekarang. PKK bukan bagian organik dari pemerintah, tapi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan pembangunan. Kepeduliaan PKK pada berbagai persoalan keluarga menjadi kekuatan PKK dalam menjawab persoalan-persoalan riil masyarakat. Salah satunya adalah perhatiannya pada soal kesehatan anak, ibu dan keluarga.

Momentum Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan ke-14 yang akan digelar di kota Bogor Jawa Barat, 21 Oktober 2008 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan selama tiga bulan mulai Oktober-Desember 2008. Momentum ini merupakan pengejawantahan dari komitmen jajaran PKK dalam mendukung program KB dan Kesehatan. Kegiatan ini akan mendorong optimalisasi pelayanan berbagai sarana kesehatan seperti posyandu, puskesmas, kampanye perilaku hidup bersih dan sehat, dll.

Pemerintah menyarankan 17 tips hidup sehat. Diantaranya Ibu hamil memeriksakan kehamilannya sedini mungkin dan paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan dan meminta pertolongan persalinan kepada bidan, memberi ASI saja kepada bayinya selama 4 bulan pertama kehamilannya. Ibu hamil juga disarankan minum tablet tambah darah atau tablet besi. Setiap bayi harus diimunisasi lengkap sebelum berusia 1 tahun dan ditimbang berat badannya sejak lahir sampai usia 5 tahun di posyandu atau sarana kesehatan. Setiap orang agar makan makanan yang mengandung unsur zat tenaga, zat pembangun, garam yodium dan zat pengatur sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

Setiap orang disarankan agar membuang air besar atau tinja di jamban (WC), mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan waktu akan makan. Setiap orang juga disarankan agar menggunakan air bersih dan untuk minum agar dimasak terlebih dahulu, berolahraga secara teratur dan menjadi peserta Dana Sehat (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat). Dari sisi lingkungan, setiap rumah, halaman dan pekarangan agar selalu bersih, bebas dari sampah dan bebas dari sarang nyamuk. Setiap orang agar menggosok gigi paling sedikit 2 kali, yaitu sesudah makan dan sebelum tidur serta menghidari merokok, terutama bila berdekatan dengan ibu hamil, bayi dan di tempat umum. Semua orang agar menyadari bahaya HIV/AIDS dan berperilaku positif untuk terhindar dari HIV/AIDS.

 

Related posts