Perempuan merupakan pilar negara. Perempuan sangat penting dalam keluarga. Perempuan sudah memberikan perannya sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan hingga merdeka. Perempuan menjadi guru pertama bagi anak-anak di rumah. Karenanya perempuan harus diberdayakan.
Itulah pokok materi yang disampaikan oleh dosen Universitas Islam Bandung, Dr. Nan Rahmiati, dalam Seminar Nasional “Potret Pemimpin Perempuan dalam Membangun Kepentingan Pemberdayaan Perempuan” di Gedung Indonesia Menggugat, Selasa (19/2).
Maka itu, kata Nan, agar para perempuan tercerahkan, kuncinya adalah pemberian informasi yang tepat. Bila perempuan mendapat pendidikan, tidak akan bisa diperdaya oleh laki-laki. “Kalau di sekitar kita banyak perempuan yg dieksploitasi, maka mereka belum tercerahkan,” papar Nan.
Menurutnya, peluang perempuan itu sangat besar. Dalam agama perempuan diperbolehkan memimpin, ditambah pemilih perempuan sangat banyak. Makanya, lanjut Nan, perempuan harus meningkatkan pemahaman dan pemikiran mereka.
“Masalahnya masih ada fanatisme, perempuan selalu dinomorduakan. Tapi kalau berpendidikan, perempuan dapat lebih naik kualitasnya,” imbuhnya.
Nan menekankan yang paling penting para perempuan dapat memberdayakan dirinya masing-masing dan tidak bersikap manja.
Dalam acara yang diprakarsai Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia ini hadir juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bid. Pendidikan, Kebudayaan, dan Keagamaan/Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indoensia/Guru Besar IAIN Alaudin Makassar Prof. Dr. H. Hamka Haq, MA, serta Ketua Sinode GKP-Ketua PGIW DKI Jakarta Pdt. Supriatno, M.Th. (AVILA DWIPUTRA)






