Pemkot Segera Luruskan Data di Taman Sejarah

Taman sejarah yang berisi asal mula Kota Bandung bakal segera dibuka untuk umum. (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan, sudah memanggil satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk meluruskan adanya kesalahan pencantuman gelar prestasi di Taman Sejarah.

Bahkan, Yossi menegaskan, sebelum dibuka untuk umum, seluruh data yang ada sudah akurat sesuai sejarah. ’’Ya, namanya juga manusia, karena sejarah yang akurat itu ada di si pelaku. Tapi, kita konfirmasikan kepada konsultan dan SKPD yang ditunjuk untuk pelurusan. Karena, negara maju adalah yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya,” kata Yossi, di Gedung Parlemen, Kamis (22/12).

Pihaknya juga telah menerima kabar dari salah satu keluarga mantan Wali Kota Bandung terkait kekeliruan tersebut. Namun, pihaknya menyarankan keluarga untuk membuat surat resmi. ’’Karena memang sejarah ini tidak ujug-ujug. Ada proses panjang dari penyusun sejarah itu, jadi tinggal diluruskan,” tukas Yossi.

Yossi mengungkap, tahap pembangunan fisik taman yang dibangun di bekas Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung itu, sudah mencapai hampir 90 persen. ’’Fisiknya hampir selesai, tinggal pelurusan data-data saja,” sahutnya.

Sebelumnya, taman yang berisi sejarah Kota Bandung itu menuai protes dari salah satu keluarga besar Wali Kota Bandung periode 1993-1998 Wahyu Hamijaya.

Anak pertama almarhum, Yanyan Wahdanimar mengatakan, ada sejumlah persoalan yang harus diperhatikan Pemkot Bandung sebelum taman sejarah itu dibuka untuk umum, seperti kekeliruan pemberian gelar kepada walikota yang telah berkontribusi kepada kota ini selama menjabat.

Seperti Piala Adipura, di taman itu tercantum, gelar diberikan kepada Wali Kota Bandung era 1983-1993 Ateng Wahyudi. Padahal, trofi di bidang kebersihan tersebut diraih tahun 1996-1997.

’’Di Instagram, pak wali (Ridwan Kamil) menyebut, setelah 20 tahun Bandung baru memperoleh lagi Adipura. Artinya, 20 tahun ke belakang adalah kepemimpinan Wahyu Hamijaya saat mendapat Piala Adipura 1996-1997,” tutur Yanyan, belum lama ini.

Dirinya juga menyesalkan, tidak adanya informasi penghargaan yang diraih orang tuanya tersebut. Padahal, selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Bandung, Wahyu memberikan segudang prestasi. ’’Di taman sejarah, seolah-olah almarhum Wahyu Hamijaya tidak memiliki prestasi apa-apa. Padahal, Persib juara Liga Indonesia (Liga Dunhill) di zaman Pak Wahyu,” ungkapnya.

Mewakili keluarga besar Wahyu Hamijaya, dia berharap Pemkot Bandung mau meluruskan kekeliruan yang terjadi. Hal itu agar masyarakat mendapat informasi sebenarnya dari taman sejarah tersebut. (vil)

Related posts