Perda K3 Belum Jamin KTR Berjalan Maksimal

ISTIMEWA

JABARTODAY.COM – BANDUNG Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tidak akan berjalan maksimal, tanpa adanya infrastruktur pendukung. Penyediaan tempat khusus bagi kalangan perokok di tempat umum, berikan perbedaan bagi masyarakat yang taat akan aturan atau tidak.

Kawasan KTR sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) Nomor 11 Tahun 2005. ’’Hal itu sama dengan pemberlakuan untuk tempat peribadatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain, sarana kesehatan, angkutan umum, dan fasilitas umum lainnya,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha, di Gedung Parlemen, Jumat (23/12).

Namun demikian, adanya Perda K3 belum menjamin KTR berjalan maksimal. Hal itu terlihat dari kepatuhan dan perilaku masyarakat terhadap peraturan yang ada. ’’Perda K3 mengatur KTR, tetapi infrastruktur khusus untuk perokok di tempat umum belum maksimal, ya jadi susah juga,” ujar pria yang akrab disapa Amet ini.

Larangan merokok di tempat tertentu sudah diberlakukan, seperti di rumah sakit dan lingkungan pendidikan. Namun, untuk tempat umum, seperti Jalan Asia Afrika, peringatan dilarang merokok belum ada. Sehingga tak heran, sampah berupa puntung rokok kerap ditemukan di kawasan tersebut.

Amet menilai, pemberlakuan KTR seharusnya bisa meniru Hongkong. Dimana masyarakat tersebut dilarang merokok sambil berjalan atau berkendara. Dan, sanksi bagi para pelanggarnya betul-betul dilakukan. “Wajar di jalan protokol Kota Bandung, puntung dan abu rokok kerap ditemukan. Karena di sana hanya disediakan tempat duduk. Seharusnya, ada tempat khusus bagi perokok,” tegas Amet.

Menyoal Perda khusus KTR, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, bila dinilai penting, pihaknya bakal meminta dinas terkait untuk melakukan kajian, dan memberikan ajuan rancangan peraturan daerah (raperda). ’’Kami siap membahas,” tegas dia. (koe)

Related posts