Pemasangan Lampu Isyarat Harus Diujicoba

Perbaikan pelayanan angkutan umum mutlak dilakukan. (net)
Perbaikan pelayanan angkutan umum mutlak dilakukan. (net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman menilai, kebijakan untuk memasang lampu isyarat (rotator), sebagai tanda bahaya, sangat baik dalam rangka antisipasi tindak kriminal di angkutan kota.

“Namun, harus ada uji coba dahulu di sejumlah angkutan kota. Karena jumlah angkot ada sekitar 5.400 unit di Kota Bandung,” ujar Entang, di Gedung Parlemen, Selasa (22/11).

Hanya saja, Entang meminta untuk memperhitungkan anggaran yang akan digunakan dalam pengadaan alat tersebut. Pasalnya, di anggaran perubahan tidak mencantumkan hal itu. Sehingga, harus melalui anggaran murni. “Sangat setuju dengan wacana itu. Bagus untuk mendeteksi, kalau ada rencana kejahatan bisa diketahui lebih dahulu,” papar Entang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, ke depannya, tiap angkot harus dilengkapi lampu isyarat (rotator) yang memiliki makna atau tanda kendaraan dalam kondisi bahaya.

“Nanti sopir yang menyalakan tanda bahaya kendaraannya saat mendapat suatu ancaman. Tanda bahaya akan menyala mengindikasikan adanya suatu ancaman,” ucap Didi, di Balai Kota Bandung.

Informasi tersebut, akan ditindaklanjuti pihak kepolisian terdekat atau pos trayek angkutan. Petugas-petugas inilah, yang akanĀ  mengambil tindakan pengamanan. “Kita akan segera sebar surat edarannya kepada pengusaha/koperasi angkutan umum agar setiap angkot memiliki lampu isyarat,” tukas Didi. (vil)

Related posts