Saturday , 18 January 2020
Home » Ekonomi » OJK Cabut Izin BPR Koperasi

OJK Cabut Izin BPR Koperasi

Otoritas Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Berdasarkan peraturan perbankan, sebuah lembaga bank perkreditan rakyat (BPR) wajib memiliki rasio Kewajiban Penyediaan Modal minimal sebesar 4 persen. Kewajiban lainnya, yaitu memiliki cash ratio rata-rata selama 6 bulan terakhir sejumlah 3 persen. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, sebuah BPR berada dalam ancaman pencabutan izin. Hal itu dialami PT BPR Koperasi Jabar.

“Kondisi kesehatan keuangan PT BPR Koperasi Jabar tidak sehat. Mereka tidak memenuhi kriteria rasio kewajiban penyediaan modal minimal 4 persen dan cash ratio dalam 6 bulan terakhir sebesar 3 persen,” tandas Plh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar, Anggar B Nuraini, Selasa (30/12).

Anggar menjelaskan, berdasarkan hal itu, sejak 6 Mei 2014, pihaknya menetapkan PT BPR Koperasi Jabar berstatus Bank Dalam Pengawasan Khusus. Sebenarnya, ungkap Anggar, pihaknya memberi kesempatan bagi PT BPR Koperasi Jabar, yang berlokasi di Jalan Soekarnohatta 637 Bandung itu untuk melakukan berbagai upaya penyehatan. Akan tetapi, hingga 180 hari atau 3 November 2014, PT BPR Koperasi Jabar tidak mampu melakukan penyehatan, pihaknya mencabut izin operasionalnya.

Dijelaskan, kondisi yang dialami PT BPR Koperasi Jabar itu terjadi karena adanya kesalahan pengelolaan oleh manajemen. Hal Itu, sambung Anggar, berpengaruh pada kinerja keuangan. Akibatnya, kinerja keuangan BPR itu tidak sesuai standar yang ditetapkan.

Pencabutan itu, jelas Anggar, berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor 30/KDK.03/2014. “Jadi, sejak 29 Desember 2014, izin usaha PT BPR Koperasi Jabar kami cabut. Kami mengimbau para nasabah supaya tetap tenang. Jangan melakukan berbagai hal yang merugikan dan menghambat pelaksanaan penjaminan dan likuidasi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan. RED),” tutup Anggar. (ADR)