Dua Hari Lagi, Tarif 11 Ruas Tol Naik

JASA MARGAJABARTODAY.COM – BANDUNG
Para pengguna jalan, khususnya, ruas tol, sepertinya, harus bersiap merogoh kocek lebih dalam lagi apabila hendak melintasi jalur bebas hambatan tersebut. Pasalnya, PT Jasa Marga (Persero) berencana dan bersiap melakukan penyesuaian tarif tol mulai Januari 2015. “Tahun depan, kami menjadwalkan kenaikan tarif. Itu (kenaikan tarif. RED) untuk 11 ruas jalan tol,” tandas Corporate Secretary PT Jasa Marga, David Wijayanto, belum lama ini.

Dijelaskan, berdasarkan Undang Undang (UU) 38/2004, lembaga BUMN tersebut memiliki hak untuk mengatur dan melakukan penyesuaian tarif tol setiap dua tahun sekali. Penyesuaian tersebut, lanjut dia, bergantung pada tingkat inflasi selama periode dua tahun tersebut.

Faktor yang membuat pihaknya melakukan penyesuaian tarif, lanjut dia, yaitu memenuhi dan menutupi komponen biaya operasional yang tinggi sebagai efek inflasi. Menurutnya, peruntukan dan pemanfaatan kenaikan tarif tersebut yaitu bagi seluruh aktivitas pemeliharaan, yang memang, memerlukan biaya tidak murah.

Kenaikan tarif 11 ruas tol tersebut, tambah dia, tidak termasuk tol Jakarta-Cikampek dan Sedyatmo (Cawang-Tomang-Cengkareng). Hal itu, terang dia, karena tarif 2 ruas tol tersebut tersesuaikan pada 2014. Penyesuaian tarif ke-2 tol itu, tuturnya, sebesar 11-12 persen.

Rencana lain pada 2015, ungkap David, jajarannya bersiap mengoperasikan 3 ruas tol baru. Yaitu, sebutnya, Gempol-Pandaan (Jatim), yang pengoperasiannya pada triwulan I 2015. Lalu, sambungnya, Surabaya-Mojokerto Seksi IV, yaitu rute Kriyan- Mojokerto sepanjang 18 kilometer. Peresmian dan pengoperasian ruas tol tersebut juga pada triwulan perdana 2015. “Yang ketiga, adalah Gempol-Pasuruan Seksi I, yaitu mulai Gempol sampai Rembang. Panjangnya 14 kilometer. Rencananya, ruas tol ini beroperasi triwulan III 2015,” tukasnya.

Kaitannya dengan bisnis, David menjelaskan, pengoperasian ruas tol terkini tersebut sebagai pendongkrak pendapatan. Pada 2014, ucapnya, pihaknya memproyeksikan income senilai Rp 7,2 triliun, yang sumbernya pada ruas tol dan non-tol. Tahun depan, cetusnya, khusus pendapatan yang bersumber pada ruas tol, proyeksinya Rp 7 triliun. Artinya, tambah dia, proyeksi pendapatan pada 2015 lebih besar daripada 2014.

Berkenaan dengan belanja modal 2015, data PT Jasa Marga menunjukkan, tahun depan, nilainya mencapai Rp 3,85 triliun. Sumber dananya berupa pinjaman senilai Rp 1 triliun dan kas PT Jasa Marga sebesar Rp 2,85 triliun. Angka belanja modal 2015 itu terdiri atas Rp 1,14 triliun untuk kepentingan operasional. Kemudian, dalam hal pengembangan usaha jalan tol angkanya Rp 2,46 triliun. Lainnya, Pengembangan Usaha lain bernilai Rp 250 miliar. (ADR)

Related posts