Nyamar Jadi Polisi, Sindikat Ini Gasak Truk Kontainer

Para tersangka pencurian kontainer berisi rokok ditampilkan dalam ekspose di Mapolda Jabar, Senin (7/11).
Para tersangka pencurian kontainer berisi rokok ditampilkan dalam ekspose di Mapolda Jabar, Senin (7/11).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat berhasil meringkus lima pelaku pencurian dengan kekerasan yang kerap beraksi di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali). Kelimanya adalah, MY, D, A, F, dan K, yang ditangkap di tempat berbeda. MY sendiri masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Tengah.

Wakil Kepala Polda Jabar Brigadir Jenderal (pol) Nana Sujana menuturkan, saat beraksi, kelima tersangka ini kerap menggunakan pakaian dinas kepolisian dari Polda Metro Jaya, bahkan memakai kendaraan minibus berplat nomor dinas polisi. ’’Para tersangka ini sebelumnya mempelajari situasi di Tol Cipali dan membuntuti truk yang sudah menjadi target mereka,” ujar Nana, dalam ekspose, di Mapolda Jabar, Senin (7/11).

Setelah melihat kondisi aman, salah seorang dari mereka langsung mengganti pakaian dengan seragam polisi untuk mengelabui korbannya. Kemudian, mereka mengganti plat nomor dengan menggunakan plat nomor polisi, lalu mengejar truk yang membawa rokok itu, dan menghadang korban dengan menodongkan air softgun.
’’Setelah berhenti, para tersangka ini memborgol dan menutup mata para korbannya, dan dipindahkan ke kendaraan mereka. Sedangkan, kendaraan yang menjadi targetnya, dibawa kabur. Sementara, sopir dan kernet truk, dibuang ke tempat lain,” paparnya.

Sindikat ini terhitung sudah 12 kali melakukan aksinya. Selain di Cipali, mereka melakukan kejahatannya di wilayah Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Subang. Sasaran mereka adalah truk dan kontainer. ’’Dari pengakuan para tersangka ini, truk-truk itu membawa rokok, telepon genggam, dan alat-alat kesehatan,” urai Nana.

Para tersangka ini menjual hasil rampasannya ke penadah di wilayah Surabaya, Jakarta, dan Banten. Dan kontainer yang terakhir membawa rokok bernilai Rp 1,8 miliar.

Terhadap kejadian ini, Nana mengimbau, kepada para supir truk, harus lebih berhati-hati dan melihat betul yang memberhentikan, apakah polisi atau bukan. Karena biasanya yang dipakai untuk patroli adalah kendaraan dinas, sementara yang digunakan tersangka, kendaraan pribadi. ’’Masyarakat siapapun berhak meminta identitas polisi, bila perlu tanyakan surat perintahnya, bila mengalami hal serupa,” ucap Nana. (vil)

Related posts