Friday , 22 November 2019
Home » Info Jabar » Musim Hujan, Jawa Barat Potensial Dilanda Bencana Hidrometeorologi

Musim Hujan, Jawa Barat Potensial Dilanda Bencana Hidrometeorologi

bencana hidrometeorologi

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Jawa Barat berpotensi dilanda bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, genangan, banjir bandang, dan gerakan tanah (longsor), terutama pada saat awal-awal musim hujan dan pada puncak musim hujan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya, menegaskan awal November sudah musim hujan di Jawa Barat.

Menurut prakiraan BMKG, pada musim hujan 2019/2020 terdapat peristiwa gangguan cuaca skala global berupa La Nina lemah dari November 2019 hingga Maret 2020.

Tony mengatakan, perlu kesiapsiagaan saat puncak musim hujan pada Desember 2019 dan terjadi peningkatan curah hujan kembali di rentang Februari-Maret 2020.

Tony mengingatkan pemerintah melalui BPBD daerah agar mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi.

“Perlu kesiapsiagaan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, banjir bandang dan gerakan tanah (longsor) terutama pada saat awal awal memasuki musim hujan dan pada puncak musim hujan,” tegasnya dilansir Liputan6.com, Senin (4/11/2019).

38 Pola Hujan

Tony juga mengatakan, di Jawa Barat terdapat 38 pola hujan, dengan rincian 36 zona musim dan 2 non zona musim. Adapun sifat hujan terdiri dari tiga kriteria. Yaitu atas normal, normal dan bawah normal.

Sepanjang November, sifat hujan atas normal diprakirakan terjadi di Bogor bagian barat dan utara, Depok bagian timur, Sukabumi bagian tengah, Cianjur utara bagian barat, Bekasi utara, Karawang utara, sebagian kecil Purwakarta bagian tengah, Bandung barat bagian utara dan selatan.

Untuk sifat hujan normal, diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Sifat hujan bawah normal diprakirakan terjadi di Bogor selatan bagian barat, Sukabumi utara bagian barat, timur bagian tengah, Kota Bekasi tengah bagian selatan, Karawang tengah, Purwakarta tengah, Cianjur tengah, Bandung tengah dan selatan, Subang selatan, Indramayu selatan, Sumedang barat bagian utara, timur bagian selatan, Garut bagian selatan, Tasikmalaya barat bagian tengah.

Baca Juga:  Musim Hujan, Wilayah Bandung Barat Rawan Longsor

Sifat hujan bawah normal diprakirakan juga terjadi di Kota Tasikmalaya bagian selatan, Pangandaran barat bagian selatan, Ciamis timur bagian utara, Kuningan tengah, Majalengka utara, serta Cirebon barat dan timur.

Hidrometeorologi: Alam dan Manusia

Secara umum, Indonesia merupakan negara yang rawan terkena bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung dan sebagainya.

Bencana tersebut tidak murni merupakan gejala alam, melainkan ada campur tangan manusia yang mengakibatkan timbulnya bencana. Sebagian karena perubahan iklim, tapi sebagian karena pengrusakan lingkungan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari awal 2019 tercatat sudah lebih dari 250 masyarakat Indonesia yang meninggal karena bencana hidrometeorologi.*