Friday , 22 November 2019
Home » Info Jabar » BPBD Jabar Siaga Bencana Tanah Longsor dan Banjir

BPBD Jabar Siaga Bencana Tanah Longsor dan Banjir

Banjir Bandung Selatan
Banjir Bandung Selatan

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Memasuki musim penghujan akhir tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) menyiagakan segala sumber daya, baik peralatan maupun personel, untuk mengantisipasi bencana tanah longsor dan banjir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, musim hujan terjadi pada awal November 2019. Provinsi Jawa Barat dikenal sebagai wilayah rawan bencana alam.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Jabar Adwin Singarimbun mengatakan, menghadapi musim hujan, pihaknya mengintensifkan koordinasi dengan BPBD kota dan kabupaten untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“BPBD Jabar mengingatkan kepada BPBD kota dan kabupaten untuk menyiagakan peralatan dan sumber daya manusia atau personel guna menghadapi bencana alam yang kemungkinan akan terjadi selama musim hujan,” kata Adwin.

Adwin mengatakan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus dilakukan BPBD kota/kabupaten karena mereka yang terdekat dengan wilayah rawan bencana.

BPBD daerah juga didorong melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk relawan dalam mengantisipasi bencana alam.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk turut serta mengantisipasi bencana. Misalnya, jika ada saluran air yang tersumbat, mari gotong royong membersihkannya agar aliran air lancar sehingga tak menimbulkan bencana banjir. Bencana alam ini kan masalah yang harus dihadapi bersama-sama, tidak bisa parsial,” ujar Adwin.

Adwin mengungkapkan, selama musim hujan Jawa Barat sangat rawan bencana alam tanah longsor dan banjir. Untuk daerah rawan tanah longsor sebagian besar berada di Jabar bagian tengah dan selatan, seperti Kota/Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Ciamis, Banjar, Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung.

“Kota Bandung ada titik rawan longsor, seperti Cidadap. Tapi sebagian besar masuk wilayah Kabupaten Bandung. Namun dampaknya memang ke kota. Seperti kejadian di Jatihandap beberapa waktu lalu,” ungkap Adwin.

Baca Juga:  Musim Hujan, Wilayah Bandung Barat Rawan Longsor

Daerah rawan banjir terdapat di wilayah selatan Bandung, seperti Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, dan Majalaya.

Daerah rawan bencana lainnya adalah wilayah utara Jabar, seperti Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu dan di wilayah barat, seperi Karawang, Kota dan Kabupaten Bekasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat (BPBD KBB) juga mulai melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan bencana.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD KBB, Dicky Maulana, memasuki musim hujan potensi banjir bandang maupun longsor hampir merata ada di setiap kecamatan di KBB, meskipun tingkat kerawanannya berbeda-beda.

“Kami sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasi bnjir bandang di wilayah-wilayah yang rawan. Biasanya, banjir bandang datang ketika hujan besar dengan intensitas yang lama,” ujar Dicky.

Dicky menyebutkan, wilayah yang biasanya rawan terjadi banjir, yakni Kecamatan Lembang, dekat Pasar Panorama dan Kecamatan Cisarua di depan SPN Polda Jabar. Sementara di wilayah selatan, banjir bandang kerap terjadi di Kecamatan Gununghalu, Cipatat, Cipongkor, dan Kecamatan Sindangkerta.

Menurut Dicky, banjir bandang terjadi akibat banyak saluran air atau drainase yang tersumbat sampah. Kemudian, seringkali ada sumbatan dari longsoran tanah yang menyebabkan air bercampur lumpur.

“Umumnya, daya tampung drainase atau saluran air di kawasan tersebut tidak mampu menampung air dengan debit tinggi, sehingga air meluap ke bahu jalan dan menyebabkan banjir bandang,” ujar dia.

BPBD berkoordinasi dengan dinas terkait. Masalah sampah dengan dinas lingkungan, masalah drainase dan alat berat dengan dinas PUPR. Termasuk juga dengan dinas pertanian dan kehutanan serta pehutani dalam hal informasi serta pengawasan hutan.

Karena adanya banjir biasanya terjadi masalah di kawasan hulu. Pihaknya juga sudah mengimbau masyarakat membersihkan drainase atau gorong-gorong saluran air yang selama musim kemarau mungkin sudah penuh sampah.

Baca Juga:  Mapag Hujan, Pemkot Bandung Antisipasi Banjir

“Karena itu, kami menggandeng pihak kecamatan dan desa untuk menyosialisasikannya,” katanya.*