Tuesday , 19 November 2019
Home » Sosok » Lina Nur Azizah, Dari Moka ke Polisi

Lina Nur Azizah, Dari Moka ke Polisi

Bripda Lina Nur Azizah, mantan Mojang-Jajaka Kabupaten Bandung yang mengabdikan dirinya sebagai polisi. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Bripda Lina Nur Azizah, mantan Mojang-Jajaka Kabupaten Bandung yang mengabdikan dirinya sebagai polisi. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Mungkin orang tidak menyangka bila melihat dirinya yang berseragam polisi adalah seorang model. Ya, di balik penampilan tangguhnya, Lina Nur Azizah sempat meniti karir sebagai model saat dirinya duduk di bangku SMA.

Nur Azizah yang bertugas di Kepolisian Daerah Jawa Barat pernah mengikuti kontes Mojang Jajaka di Kabupaten Bandung dan menyabet Juara Harapan 1 di tahun 2010. “Saat mengikuti kontes Moka Kabupaten Bandung itu saya memang suka. Saya memang sangat menyukai bahasa Inggris. Di kontes tersebut, bahasa Inggris saya pun ikut terlatih,” tuturnya.

Tak heran, dara kelahiran Bandung 3 September 1993, dapat menyabet Juara 1 pada Kompetisi Fashion Show Kebaya Nasional yang diadakan di Jakarta dalam rangka memperingati HUT Polisi Wanita ke-66. Serta menyingkirkan kontestan lainnya dalam ajang yang diikuti oleh perwakilan Polwan dari 33 provinsi di Indonesia tersebut. “Ga nyangka bisa juara. Soalnya semuanya juga bagus, cantik-cantik lagi,” tukasnya.

Gadis yang dilantik menjadi polisi Desember 2013 silam, mengaku sejak lulus SMA sudah tertarik menjadi polisi. Meski tidak memiliki latar belakang keluarga kepolisian, namun dirinya bertekad ingin menjadi Polwan. Menurutnya, seorang Polwan adalah pahlawan dan memiliki peran di masyarakat.

Pada awalnya, Nur Azizah yang berpangkat Brigadir Dua, sempat ragu melamar menjadi polisi. Pasalnya, kecintaan pada bahasa Inggris, membuat dirinya ingin melanjutkan kuliah ke jurusan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia. “Waktu itu orang tua ingin saya masuk ke IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Namun, tesnya itu bersamaan dengan tes di UPI. Dan saya lebih memilih IPDN, namun ternyata ga lulus juga,” jelasnya sambil tertawa.

Sebelum benar-benar berkarir menjadi polisi, Nur Azizah pun sempat bekerja sebagai call center di Polres Bandung. Selama kurang lebih dua tahun bekerja di sana, atas masukan atasannya, ia pun mendaftar menjadi Polwan. Dirinya kemudian ditempatkan di Sabhara Polda Jabar. “Saya pun pernah turun langsung untuk menertibkan Gatur, unjuk rasa, menjadi polisi sahabat anak, bagian administrasi, dan masih banyak hal lagi yang bisa dilakukan. Menjadi polwan itu banyak tantangannya. Kami dituntut serba bisa di mana pun kami ditempatkan,” tegasnya

Melihat paras manisnya tersebut, apakah dirinya sudah memiliki tambatan hati? “Sudah ada,” jawabnya. Apakah dia polisi juga? “Bukan. Dia guru,” singkatnya sambil tersenyum. (VIL)