Thursday , 21 November 2019
Home » Hukum » Ngaku KPK, Tiga Pria Diringkus Polisi

Ngaku KPK, Tiga Pria Diringkus Polisi

Para tersangka yang mengaku anggota KPK diringkus jajaran Polres Sukabumi Kabupaten, Sabtu (13/9). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Para tersangka yang mengaku anggota KPK diringkus jajaran Polres Sukabumi Kabupaten, Sabtu (13/9). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani tindak pidana rasuah yang semakin gencar, membuat banyak pihak yang menyalahgunakan kewenangan lembaga pimpinan Abraham Samad tersebut untuk mencari keuntungan.

Kepolisian Resor Sukabumi Kabupaten menciduk tiga orang yang mengaku sebagai penyidik KPK, Sabtu (13/9/2014). Ketiga tersangka yang ditangkap di sebuah hotel dan restoran yang berlokasi di Jalan Raya Cikululu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, yakni Hendrawan (44), Ferbiansyah (30), dan Putra (42). Mereka diduga melakukan pemerasan kepada Direktur PT Tenjojaya, H. Usman Effendi.

Modus yang dilakukan, seperti dituturkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Sitompul, pada Jumat (12/9/2014), para tersangka mendatangi korban dan mengaku sebagai anggota KPK sambil memperlihatkan surat perintah dan menggunakan rompi berlogo KPK. “Mereka menyebut korban memiliki tunggakan di Koperasi Bina Jaya sebesar Rp 2.395.000 yang bila tidak dilunasi, dirinya akan dibawa ke Jakarta (kantor KPK),” ujar Martin di Mapolda Jabar, Senin (15/9/2014).

Merasa diperas, Usman melaporkan hal tersebut ke Polres Sukabumi Kabupaten. Menurut Kepala Polres Sukabumi Kabupaten Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, sempat ada adu argumentasi saat tersangka akan ditangkap. “Tapi, karena kami telah berkoordinasi dengan pihak KPK, kami langsung amankan ketiganya,” tegas Edi.

Berdasar pemeriksaan awal, dikatakan Edi, ketiganya baru sekali melakukan aksi tersebut. Dan untuk percetakan yang membuat tanda pengenal, surat perintah juga rompi, berada di wilayah Jakarta. Saat ini, pihaknya masih mengejar satu orang lagi, yakni AC.

Barang bukti yang disita 2 lencana kewenangan KPK, 2 kartu anggota KPK, 2 lembar surat tugas KPK, beberapa unit telepon genggam berbagai merk, STNK, 3 rompi berlogo KPK, topi, dan berkas-berkas koperasi Bina Jaya.

Tersangka dijerat Pasal 266 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 53 jo. Pasal 368  dan atau Pasal 263 dan atau Pasal 378 KUHP serta terancam hukuman meringkuk di penjara selama 7 tahun. (VIL)