Indramayu dan Cirebon Panen, Harga Beras Mulai Tertekan

(erwin adriansyah)
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa pekan terakhir, harga jual beras mengalami kenaikan yang signifikan, Saat ini, harga jual komoditi yang paling dibutuhkan publik di negara ini sekitar Rp 12.000 per kilogram. Namun, perkiraannya, dalam beberapa waktu mendatang, harga jual beras berpotensi turun.

“Itu karena beberapa daerah produsen beras, khususnya, di Jabar, mulai memasuki musim panen. Yang pertama adalah di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon,” tandas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Ferry Sofwan Arief, pada sela-sela kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI),  Irman Gusman, saat meninjau Gudang Bulog Divre Jabar di kawasan Cimindi, Kota Cimahi, Rabu (11/3).

Ferry meneruskan, setelah Indramayu dan Cirebon, beberapa daerah lain pun mulai memasuki musim panen raya. Yaitu, sebut dia, Subang, Purwakarta, dan Karawang. Menurutnya, berlangsungnya panen raya di sentra-sentra produksi beras Jabar tersebut dapat menekan harga jual beras.

Dia berpendapat, prediksi itu dapat terjadi. Indikatornya, saat memasuki masa panen raya, harga jual beras di Indramayu dan Cirebon turun. Rata-rata, sebut dia, harga jual beras di dua kabupaten itu turun Rp 1.000-1.500 per kilogram. “Sebelumnya, harga jual beras di Indramayu sekitar Rp 12.700 per kilogram. Sekarang, menjadi Rp 11.200 per kilogram. Sedangkan di Cirebon, harga sebelumnya Rp 12.000 per kilogram, kini menjadi Rp 11.000 per kilogram,” tutup Ferry.  (ADR)

Related posts