Tuesday , 19 November 2019
Home » Hukum » Hadapi Pelantikan, Polda Gelar Simulasi Kontijensi

Hadapi Pelantikan, Polda Gelar Simulasi Kontijensi

Polda_JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Dalam rangka mengantisipasi situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat jelang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah, serta Presiden/Wakil Presiden terpilih, diadakan rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolda Jabar, Selasa (23/9/2014).

Rapat membahas tentang rencana simulasi situasi kontijensi yang akan digelar serentak di seluruh jajaran Polda Jabar jelang pelantikan tersebut. Rapat dipimpin oleh Wakil Kepala Polda Jabar Brigadir Jenderal Rycko Amelza Dahniel, yang dihadiri Komando Daerah Militer III/Siliwangi, pejabat utama Polda Jabar, PJR Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Badan Kesbangpol Linmas Jabar, Satuan Polisi Pamong Praja Jabar, Dinas Perhubungan Jabar, PT. Jasa Raharja, dan Jasa Marga, sebagai pengelola jalan tol beserta pengelola rest area di jalan tol Cikampek, Purbaleunyi dan Jagorawi.

Simulasi situasi kontijensi berupa penyekatan pergerakan atau pergeseran massa menuju Jakarta yang akan digelar pada hari Rabu tanggal 1 Oktober 2014 bersamaan dengan pengamanan pengucapan sumpah anggota DPR RI dan DPD RI dengan prioritas di 9 wilayah hukum Polres/Polrestabes jajaran Polda Jabar, yaitu Polres Bogor Kota, Polres Bogor, Polres Cianjur, Polres Sukabumi, Polres Purwakarta, Polres Karawang, Polres Bandung, Polres Cimahi dan Polrestabes Bandung.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul, pelaksanaan simulasi situasi kontijensi dilaksanakan apabila terjadi perubahan situasi akibat adanya upaya untuk menggagalkan acara pengucapan sumpah anggota DPR-RI, DPD-RI maupun Presiden dan Wakil Presiden. “Diantaranya dengan pengerahan massa ke Jakarta, yang dimungkinkan juga dengan mengangkat isu menolak RUU Pilkada yang tengah dibahas DPR RI serta adanya pemanfaatan situasi oleh kelompok tertentu yang menjadi pemicu terjadinya aksi protes sampai dengan tindakan anarkis,” jelas Martin.

Dalam pelaksanaan simulasi situasi kontijensi tersebut, dituturkan Martin, aparat kepolisian akan menutup sejumlah ruas jalan di wilayah-wilayah tersebut untuk mencegah adanya pengerahan massa ke Jakarta dengan cara melakukan penyekatan-penyekatan. Untuk itu, sambungnya, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan atas ditutupnya sejumlah ruas jalan tersebut.

Adapun lokasi-lokasi prioritas penyekatan tersebut antara lain, untuk wilayah hukum Polres Bogor terdiri dari Gerbang Tol Kranggan, GT. Gunung Putri, GT. Citeureup, GT. Sentul Utara, GT. Sentul Selatan, GT. Ciawi, Simpang Gadog, Fly Over Cibinong dan Parung. Wilayah hukum Polres Bogor Kota, yaitu Simpang Pomad, BORR/Jalan Baru, Baranangsiang, Simpang Ciawi dan Yasmin Tansa.  Wilayah  hukum Polres Karawang, yaitu GT. Karawang Barat, GT. Karawang Timur, Rest Area KM 42, dan Tanjungpura. Wilayah hukum Polres Purwakarta, yaitu BIC/Kawasan Industri, GT. Cikampek, GT. Sadang dan GT. Jatiluhur. Wilayah hukum Polres Sukabumi, yaitu Kawasan Indolakto, Stasiun Kereta Api Cicurug, Areal Wisma Delima dan Lapangan Sekarwangi. Wilayah hukum Polres Cianjur, yaitu Jembatan Citarum, Rest Area Segar Alam, Jembatan Cibeet dan Tugu Batas Gekbrong.

Untuk wilayah hukum Polres Bandung, yaitu batas kota Cibiru, GT. Cileunyi, Undespass Buahbatu, Underpass Moh. Toha dan Underpass Margahayu. Untuk wilayah hukum Polres Cimahi, yaitu Fly over Cimindi, GT. Baros, GT. Padalarang, Jembatan Rajamandala dan pertigaan Pasar Cikalongwetan. Sementara untuk wilayah Polrestabes Bandung, yaitu GT. Pasteur, GT. Pasirkoja, GT. Kopo, GT. Moh. Toha, GT. Buahbatu, batas kota Cibiru, batas kota Cimindi, dan Terminal Ledeng.

Wakapolda dalam rapat tersebut menyampaikan, mengingat wilayah Jabar sebagai salah satu wilayah penyangga Jakarta, diharap tidak boleh under estimate terhadap setiap perkembangan situasi kamtibmas yang terjadi, sehingga diperlukan kesiapan dan kewaspadaan seluruh stakeholder dan komponen bangsa, untuk mensukseskan rangkaian Pemilu 2014 ini.

Kapolda mengharapkan adanya peran aktif dan kerja sama seluruh stakeholder dan instansi terkait di Jabar, sehingga akan terwujudnya kerjasama, koordinasi, dan sinergitas dalam menghadapi situasi kontijensi, mulai dari upaya atau kegiatan deteksi dini, penegakan hukum yang tegas dan terukur, pengerahan sumber daya sesuai tugas dan fungsinya, melokalisir serta upaya rehabilitasi wilayah kontijensi. (VIL)