BBM Naik Beratkan Bisnis Transportasi

bbmJABARTODAY.COM – BANDUNG
Beberapa waktu, pemerintah berwacana untuk menaikkan harga jual bahan bakar minyak bersubsidi, yang tujuannya untuk menekan dana subsidi. Jika wacana itu terealisasi, tentunya, dapat berdampak pada berbagai hal dan sektor. Satu diantaranya, dunia usaha yang bergerak dalam bidang jasa transportasi.
 
Menurut Chairman Blue Bird Group Bayu P. Djokosoetono, kenaikan BBM, yang selalu menjadi isu hangat, adalah hal yang sangat sensitif bagi pengusaha jasa transportasi. Dia berpendapat, naiknya harga jual BBM subsidi dapat memberatkan para pebisnis transportasi.
 
“Bagi dunia transportasi, BBM merupakan komponen operasional yang penting. Sebanyak 20 persen biaya operasional jasa transportasi adalah BBM. Otomatis, jika harga jual BBM naik, tentunya, berpengaruh biaya operasional,” ujar Bayu, belum lama ini.
 
Bayu mengemukakan, untuk menutupi biaya operasional sebagai efek kenaikan harga jual BBM subsidi, opsi yang dipilih para pebisnis jasa transportasi adalah melakukan penyesuaian tarif. Selain penyesuaian tarif, kata dia, para pebisnis jasa transportasi pun dapat melakukan upaya lain, yaitu efisiensi.
 
Meski berat, lanjutnya, para pelaku bisnis transportasi, termasuk pihaknya, siap menerima putusan dan kebijakan kenaikan harga BBM subsidi. Namun, sahut Bayu, alangkah baiknya apabila pemerintah memiliki ketegasan dalam menetapkan kenaikan harga tersebut. Itu karena, jelasnya, para pelaku usaha membutuhkan kepastian.
 
Diutarakan, pemanfaatan subsidi BBM tersebut pun sebaiknya beralih pada sektor lain sehingga benar-benar manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Hal yang terpenting, penyaluran pengalihan subsidi BBM tersebut pada sektor yang tepat,” katanya.
 
Misalnya, tukasnya, peruntukan subsidi BBM itu guna membangun infrastruktur, yang memang sejauh ini, masih belum mencukupi kebutuhan. Kalangan dunia usaha, imbuh dia, sangat membutuhkan ketersediaan infrastruktur karena dapat memperlancar arus dan sistem distribusi barang serta orang. “Pembangunan infrastruktur juga dapat meningkatkan akselerasi pembangunan sehingga daya saing menjadi lebih baik,” tutupnya. (ADR)

Related posts