Bunga Deposito Bersaing, Burukkan Perekonomian

Bank IndonesiaJABARTODAY.COM – BANDUNG
Sejak tahun lalu, dalam industri jasa keuangan, seperti perbankan, berlangsung persaingan dan perang suku bunga. Tentunya, kondisi itu dapat berpengaruh pada berbagai sektor ekonomi, tidak hanya penghimpunan dana pasar modal, tetapi juga sektor riil, termasuk perbankan, yang mematok suku bunga tinggi walaupun melebihi bunga acuan Lembaga Penjamin Simpanan.
 
“Ancaman perang suku bunga tidak hanya sektor riil dan dana pasar modal. Sektor perbankan pun dapat terkena efeknya,” papar pengamat perbankan Universitas Padjadjaran, Aldrin Herwany, Selasa (23/9/2014).
 
Dia berpendapat, tingginya suku bunga deposito saat ini, berkenaan dengan suku bunga kredit. Artinya, kondisi itu dapat memicu kenaikan suku bunga kredit. Dampaknya, lanjut dia, mengganggu ekspansi kredit. “Jika ekspansi kredit tertahan, tentunya, itu berpengaruh pada perkembangan sektor riil,” lanjut Aldrin.
 
Aldrin berpandangan, hingga akhir tahun ini, akibat tingginya suku bunga deposito yang berimbas pada naiknya suku bunga kredit, pertumbuhan pembiayaan dapat melambat. Tidak tertutup kemungkinan, pertumbuhan kredit perbankan tahun ini tidak melebihi 20 persen. “Jaminan intermediasi perbankan pun tidak ada. Dana capital market pun terserap perbankan,” urainya.
 
Menurutnya, kesulitan likuiditas perbankan bukan menjadi faktor penyebab terjadinya perang suku bunga. Perang suku bunga deposito, tambahnya, karena bertahannya suku bunga Bank Indonesia yang tetap berada pada level 7,5 persen. Jika Suku Bunga BI tinggi, suku bunga deposito pun tinggi. Jika menginginkan suku bunga deposito turun, sahutnya, hal yang menjadi kunci, yaitu Suku Bunga BI turun.
 
Idealnya, pendapat Aldrin, tahun ini, BI menurunkan suku bunga mereka. Setidaknya, terang dia, Suku Bunga BI berada pada level 7,25 persen. “Pada 2015, kembali turun menjadi 6,5 persen. Saya kira, sebaiknya, agar suku bunga terkendali, BI menetapkan suku bunga deposito batas atas dan batas bawah,” tandas Aldrin. (ADR)

Related posts