RUU Advokat Bisa Buat Kualitas Pengacara Menurun

Aksi membakar draft RUU Adokat yang dilakukan di depan gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (23/9). Massa yang berasal dari PERADI menolak keras perubahan UU No 18/2003 tentang Advokat. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Aksi membakar draft RUU Adokat yang dilakukan di depan gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (23/9). Massa yang berasal dari PERADI menolak keras perubahan UU No 18/2003 tentang Advokat. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Buruh apalagi mahasiswa mungkin sudah biasa berunjuk rasa, tapi bagaimana bila para pengacara yang melakukannya? Ya, para pengacara yang bergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) berdemo menentang Rancangan Undang-Undang Advokat, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Selasa (23/9/2014).

Dalam aksinya, para advokat tersebut menentang RUU yang saat ini sedang dalam pembahasan oleh DPR-RI. Ketua DPC Peradi Kota Bandung Roely Panggabean mengatakan bila RUU itu disahkan menjadi UU, akan membuat kualitas advokat menurun. Pasalnya, dengan merubah sistem single bar (satu wadah organisasi tunggal) menjadi multi bar (banyak wadah organisasi), membuat orang tinggal menarik siapapun yang ingin bergabung. “Dalam RUU ini, cukup 35 orang bisa membuat perhimpunan. Yang nantinya menimbulkan kurangnya koordinasi,” papar Roely.

Menurut Roely, UU No 18/2003 tentang Advokat sudah dianggap cukup bagi pihaknya. Bila memang ingin disempurnakan, dirinya mempersilahkan kepada DPR, khususnya Komisi III. Namun, tidak dengan cara mengganti semua yang ada dalam UU tersebut, karena dapat mengganggu hak mereka. “Kalau (RUU) disahkan, kami akan gugat ke MK (Mahkamah Konstitusi). Apalagi UU No 18 tahun 2003 sudah sering kami judicial review (peninjauan kembali) di MK,” tegasnya.

Tak jauh beda dengan mahasiswa, ratusan advokat, dalam aksinya, juga turut membakar sesuatu sebagai tanda ketidaksetujuan. Mereka membakar draft RUU Advokat dan keranda mayat yang dianggap sebagai produk gagal legislatif saat ini.

Tidak sampai di sini, disampaikan Roely, pihaknya akan melakukan aksi yang sama di Jakarta dengan memboyong 400 anggota Peradi. Usai menggelar demo, para pengacara tersebut melakukan longmarch menuju Pengadilan Negeri Bandung. (VIL)

Related posts