Lindungi Pekerja Anak, KPAI Usulkan Draft UU

KPAIJABARTODAY.COM – BANDUNG
Hingga kini, berbagai permasalahan menyangkut anak-anak, masih kerap terjadi di negara ini. Misalnya, eksploitasi anak, kekerasan seksual, kejahatan, dan sebagainya. Karenanya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan perlindungan bagi anak-anak.
 
“Ada beberapa draft yang kami usulkan dalam penyusunan undang-undang yang berkenaan dengan anak-anak,” ungkap Komisioner KPAI, Rita Pranawati, pada Media Gathering Juara Project Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak di Hotel Novotel, Senin (22/9/2014).
 
Rita tidak membantah bahwa hingga kini, keberadaan anak-anak masih menjadi obyek dan properti banyak kalangan, tidak hanya orang tua, tetapi juga lingkungan, termasuk dunia usaha. Menurutnya, bahkan, cukup banyak anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.
 
Itu terjadi, jelas dia, karena masih banyak kalangan yang pemahaman kebutuhan anak-anak belum optimal. Begitu pula, lanjut dia, dengan korporasi atau pelaku usaha dan industri, baik skala mikro, kecil, menengah (UMKM) maupun besar.
 
Rita mengungkapkan, karena masih belum optimalnya pemahaman tersebut, hampir setiap tahun, pengaduan yang berkaitan dengan kejahatan dan kekerasan kepada anak-anak cenderung terus mengalami kenaikan. Dia menunjukkan, pada periode Januari-Agustus 2014, pihaknya menerima pengaduan “Selama periode itu, jumlah pengaduan sebanyak 621 kasus. Selama 2013, jumlahnya 590 kasus,” bebernya.
 
Melihat kondisi itu, pihaknya berharap pemerintah memiliki sistem dan perangkat untuk lebih melindungi keberadaan anak-anak yang menjadi generasi mendatang. Mengacu pada hal itu, tukasnya, pihaknya mengajukan sejumlah usul pada draft undang undang tentang peran dunia usaha berkaitan dengan anak-anak. “Yaitu, mengajukan usul supaya dunia usaha lebih memperhatikan perekrutan tenaga kerja, membuat produk yang lebih ramah anak, dan yang tidak kalah pentingnya, tidak melakukan eksploitasi anak,” tutupnya. (ADR)

Related posts