Home » Budaya » Emil: Budaya Cerminkan Identitas Bangsa

Emil: Budaya Cerminkan Identitas Bangsa

JABARTODAY.COM – INDRAMAYU Riksa Budaya Jawa Barat yang mengangkat nilai budaya Matur Kesuwun Ngampura, di lapangan Balai Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12), disemarakkan berbagai penampilan seni budaya khas Indramayu.

Puluhan penari yang menampilkan tari daya respek koloborasi membuat semarak gelaran Riksa Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Apalagi, ketika para penari mengajak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan rombongan termasuk Pelaksana Tugas Bupati Indramayu Taufik Hidayat, untuk menari bersama.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Riksa Budaya yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, merupakan bentuk kepedulian terhadap seni dan budaya yang ada di tanah Parahyangan.

“Kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada budaya yang ditunjukkan dengan komitmen-komitmen kebudayaan, salah satunya kita berkeliling ada namanya Riksa Budaya di beberapa tempat di Jawa Barat, sebelumnya di Ciamis Priangan, kemudian ke Indramayu dengan budayanya yang sangat unik. Menunjukan Jawa Barat ini irisan tiga budaya, yakni Sunda Priangan, Indramayu Cirebonan, dan juga Betawian,” ungkap Emil, sapaan akrabnya, di sela acara.

Dikatakan Emil, keanekaragaman budaya yang dimiliki Jawa Barat memperlihatkan identitas bangsa. Sehingga tidak boleh hilang dan harus dilestarikan. Pemprov, menurutnya, tidak ingin mereduksi pembangunan Jabar hanya sekedar infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan lainnya.

“Membangun lahir batin, agamanya, budayanya kita perkuat. Hari ini adalah komitmennya dan tahun depan Gedung Sate, karena halaman belakangnya sudah direnovasi maka kita akan jadikan sebagai tempat pagelaran budaya, dari 27 daerah. Nanti tiap minggu kita undang untuk menggelar kebudayaan di pusat Jawa Barat yaitu Gedung Sate,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, budaya memiliki hubungan yang erat dengan pariwisata karena memberikan nilai lebih bagi wisatawan yang datang untuk berkunjung ke tempat tersebut. Budaya sangat mempengaruhi prospek dari kegiatan pariwisata.

“Budaya mencerminkan keadaan alam dan sosial suatu wilayah yang akan menjadi destinasi pariwisata,” ucapnya.

Riksa Budaya 2019 ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh kabupaten/kota di Jabar, sehingga akan terjadi gerakan budaya yang menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai budaya di seluruh wilayah Tatar Pasundan. (*)

Baca Juga:  Lockdown di Jabar, Emil: Kita Masih Matangkan