Dorong Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Bangun Ribuan Outlet

Logo_BPJS_KetenagakerjaanJABARTODAY.COM – BANDUNG
Jaminan sosial merupakan program yang digulirkan pemerintah. Tujuannya, memberikan perlindungan bagi seluruh kalangan, termasuk kalangan pekerja. Karenanya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong dan meningkatkan jumlah kepesertaannya.
 
Salah satu upayanya, lembaga BUMN yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) tersebut menambah jumlah outletnya. Jumlahnya mencapai ribuan unit yang tersebar di berbagai titik. “Secara penuh, operasional kami berlangsung pada 2015. Untuk itu, kami berencana menambah jumlah outlet sebanyak 1.200 unit. Tujuannya, tidak hanya sebagai sarana untuk menambah jumlah kepesertaan, tetapi juga meningkatkan sistem pelayanan,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, pada Konferensi Pers Rapat Kerja Nasional BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Hyatt Regency, Jumat (5/9/2014).
 
Uniknya, kata pria yang lahir di Medan pada 18 Juni 1967 itu meneruskan, pihaknya tidak mengeluarkan dana investasi sepeser pun untuk membangun ribuan outlet tersebut. Pasalnya, jelas dia, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga perbankan. Kerjasama dengan lembaga perbankan itu, jelas dia, karena pihaknya menyimpan dana pada sejumlah lembaga keuangan.
 
Antara lain, sebut dia, di Jawa Barat, pihaknya bekerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb. Selain dengan bank bjb, ujar dia, secara nasional, pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah lembaga perbankan BUMN lain. Di antaranya, kata dia, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). “Saat ini, kami menggagas kerjasama dengan PT Bank Mandiri Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Bukopin Tbk,” sebut dia.
 
Rencana lainnya, ungkap dia, menjelang bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, pihaknya menjajaki kerjasama dengan lembaga-lembaga penjamin sosial negara-negara ASEAN. Penjajakan itu, sahut Elvyn, merupakan implementasi bagi para pekerja negara-negara ASEAN.
 
Bentuknya, kata dia, pihaknya siap memberi perlindungan para pekerja asing yang bekerja di Indonesia. Tidak hanya tenaga kerja asing, saat MEA 2015 berlangsung, pihaknya pun siap memberi perlindungan bagi para tenaga kerja Indonesia.
 
Pihaknya, tukas dia, mencoba menjadikan pekerja asing sebagai peserta apabila yang bersangkutan tidak mendapat jaminan sosial di negaranya saat bekerja di Indonesia. Namun, ujarnya, apabila pekerja asing itu mendapat perlindungan dan jaminan sosial di negara asalnya, seadainya mengalami kecelakaan, pihaknya siap menyalurkan klaimnya. “Kemudian, klaim itu kami tagihkan kepada lembaga penjamin negara asal tenaga kerja asing tersebut,” papar dia. (ADR)

Related posts