Wednesday , 20 November 2019
Home » Bandung Raya » Fusion Photografer Society Kumpulkan Pecinta Fotografi

Fusion Photografer Society Kumpulkan Pecinta Fotografi

Peresmian komunitas fotografi, Fusion Photografer Society, Sabtu (6/9), diminati banyak pecinta seni tersebut. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Peresmian komunitas fotografi, Fusion Photografer Society, Sabtu (6/9), diminati banyak pecinta seni tersebut. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tidak salah menyebut Bandung sebagai kota yang memiliki segudang kreativitas, salah satunya dalam bidang fotografi. Sekumpulan peminat fotografi, Sabtu (6/9/2014), berkumpul di Jalan Diponegoro No 24, dan mengupas tuntas seluk-beluk fotografi.

“Ini grand launching perkumpulan, namanya Fusion Photografer Society. Pesertanya lebih dari seratus, anak SD hingga setengah baya ada. Kameranya bebas, pake handphone juga ga apa-apa. Yang penting ngumpul dulu,” ujar penggagas FPS, Michael Christian Siagian.

FPS yang dibentuk sejak satu tahun lalu, berfokus pada kegiatan fotografi serta aksi kemanusiaan. ”Sayang kakak harus pergi untuk waktu lama ke Tiongkok, Ia dapat beasiswa dari pemerintah sana untuk studi kedokteran. Jangan khawatir, melalui sosial media, kegiatan FPS akan berjalan terus. Makanya sekarang dilakukan peresmiannya,” urai Kelvin Giovani Siagian, adik kandung Michael yang masih duduk di SMP kelas 2 BPK Penabur Bandung.

Sejatinya, FPS dikendalikan dua kakak beradik Michael dan Kelvin, anak dari pasangan Natalius Siagian dan Lisda Margaretha. Pasangan orang tua ini pun aktif membantu kelancaran perkumpulan ini. ”Ya, kami membantu sebisa-bisa, agar semua senang,” jelas Natalius yang terlihat wara-wiri mengatur pergerakan peserta dari satu sesi ke sesi lainnya.

Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan photo challenge, hunting model, bedah kamera, diskusi, dan pengumuman aneka permainan. “Kegiatannya inspiratif. Saya pun ikut di sini seperti peserta biasa. Padahal tadi pagi sempat memandu acara ini. Gairah mereka berkreasi harus kita dukung,” imbuh Dhian Dhamayani, dosen arsitektur Institut Teknologi Bandung. (VIL)