BJB Siap Dukung Proyek Pemerintah

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Untuk menggerakkan perekonomian, dalam kondisi seperti sekarang, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya efektif. Satu di antaranya, melakukan berbagai proyek pembangunan. Sebagai lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb, menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program pembangunan pemenerintah.

“Tentu saja, kami merespon semua program dan proyek pembangunan pemerintah. Itu karena kami sebagai agent development yang ingin menjadi regional champions,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, usai Peringatan Hari Pelanggan Nasional 2015 di bank bjb Kantor Cabang Tamansari, Jalan Tamansari Bandung, Jumat (4/9)

Dukungan tersebut, jelasnya, berupa pembiayaan untuk sektor-sektor infrasruktur, termasuk rencana pembanunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Pun dengan penyelenggaraan PON, sahut dia, pihaknya siap mendukung. Selain itu, ungkapnya, pihaknya pun siap mendukung program-program pembangunan infrastruktur di luar Jabar-Banten.

Namun, ujar dia, di luar Jabar-Banten, guna meminimalisir risiko, pihaknya memiliki kiat lain. Strateginya, sebut dia, melalui sebuah sistem kerjasama antarlembaga perbankan atau dengan pihak lain. “Yaitu, menerapkan pola sindikasi. Pastinya, kami siap mendukung program pembangunan infrastruktur, tidak hanya yang bersifat program daerah, tetapi juga nasional. Apalagi, program pembangunan infrastruktur bersinggungan dengan Jabar-Banten, misalnya, pembangunan tol,” paparnya.

Berkaitan dengan hal itu, tutur Irfan, pihaknya memiliki program pinjaman APBD. Ditegaskan, untuk mendukung program dan proyek pembangunan, khususnya, di Jabar-Banten, pihaknya meresponnya melalui percepatan pembiayaan infrastruktur. Tujuan percepatan tersebut untuk menjalankan sektor riil.

Mengenai dana ‘menganggur’, Irfan mengutarakan, itu sebenarnya adalah penyalurannya kepada kontraktor-kontraktor pelaksana program dan proyek pembangunan menunggu kesiapan segala perangkatnya. Untuk sektor riil, sahut dia, nilainya sekitar Rp 2-3 triliun. (ADR)

Related posts