Lagi-Lagi Miras Oplosan Telan Korban

kompol zainal arrahman-1Kompol  Zainal Arrahman SIK
Perwira Sespimen Angkatan 55 Tahun 2015
 
Setelah beberapa bulan tak terdengar, kasus pesta minuman keras (miras) oplosan kembali menghebohkan masyarakat di Jawa Barat. Sebanyak tiga orang pria dewasa di Kabupaten Garut, meregang nyawa setelah mereka mengkonsumsi miras oplosan yang dibuatnya sendiri. Ketiga warga tersebut meninggal secara beruntun setelah mengkonsumsi miras beberapa hari sebelumnya.  Miras yang mereka minum adalah hasil polosan atau racikan sendiri. Mereka meraciknya dengan menggunakan  alcohol kadar 70 persen, minuman stamina air mineral, serta campuran berbahaya lainnya.
 
Bila kita membaca atau menonton berita tersebut di media massa, tentu membuat miris. Di saat situasi ekonomi sedang krisis, mereka justru menggelar pesta miras oplosan. Mungkin saja apa yang mereka lakukan sebagai bagian dari upaya untuk menghindari beratnya beban ekonomi di saat krisis seperti sekarang ini. Namun apapun alasannya, mengkonsumsi miras, apalagi miras oplosan jelas melanggar aturan hukum negara dan agama. Namun peringatan tersebut tak menjadi penghalang bagi mereka yang sudah kecanduan miras. Bahkan yang membuat kita miris adalah mereka mengkonsumsi miras hasil oplosan sendiri lantaran tak bisa membeli atau menemukan miras di pasaran.
 
Pengakuan yang disampaikan korban pesta miras yang selamat ini, tentu mengejutkan kita semua. Meracik miras sebenarnya bukan hal baru bagi mereka yang telah kecanduan alcohol. Langkah tersebut mereka lakukan karena keterbatasan untuk membeli miras produk pabrikan. Beberapa kasus pesta miras yang berujung dengan kematian sering kita baca dan saksikan di media massa. Jumlah korban tewas akibat mengonsumsi miras oplosan di Indonesia jumlahnya sudah sangat banyak. Hanya saja, masyarakat tak pernah mengambil pelajaran berharga dari kasus-kasus tersebut. Pesta miras dengan mengonsomsi oplosan sendiri terus dilakukan. Korban jiwa pun bergelimpangan setengah menegak miras tersebut.
 
Upaya mencegah peredaran miras, baik pabrikan maupun oplosan, terus dilakukan jajaran Polri mulai dari tingkat Polda hingga Polsek. Razia terhadap miras yang dijual secara illegal di pasaran terus dilakukan. Ribuan, bahkan mungkin jutaan botol miras hasil razia berhasil diamankan polisi untuk kemudian dimusnahkan. Langkah razia ini mungkin sudah bisa terlihat hasilnya, di mana miras kini tak lagi mudah ditemukan di pasaran. Sebagai contoh adalah kasus pesta miras di Kabupaten Garut. Peserta pesta miras yang luput dari maut bertutur mereka mengonsumsi miras oplosan sendiri lantaran tak bisa membeli miras di pasaran. Selain sulit diperoleh, mereka pun mengaku tak memiliki uang. Jalan yang mereka tempuh adalah mengoplos sendiri yang kemudian berujung kematian.
 
Tak hanya merazia peredaran miras illegal di pasaran. Polisi juga menggandeng berbagai pihak, seperi pemerintah daerah dan MUI untuk mensosialisasikan bahaya peredaran miras di masyarakat. Langkah tersebut setidaknya bisa menyadarkan atau mengingatkan masyarakat agar tak bersentuhan dengan miras. Akan tetapi langkah sosialisasi ini harus terus ditingkatkan agar kesadaran masyarakat semakin tinggi. Salah satu langkah untuk mencegah peredaran miras maupun miras oplosan yaitu dibuatnya aturan hukum yang lebih tegas lagi. Sanksi tak hanya diberikan kepada para pengguna, tapi juga produsen miras, khususnya oplosan yang banyak beredar di masyarakat.
Saat ini sudah ada rancangan Undang-undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol yang sudah disodorkan pemerintah ke DRP. Hanya saja, sampai saat ini RUU tersebut tak kunjung disahkan. Masyarakat pun mendesak DPR segera mengesahkan RUU tersebut. RUU ini sangat penting untuk membantu pemerintah daerah yang memerangi minuman keras.  UU itu akan menjadi payung hukum bagi peraturan daerah (perda) yang membatasi peredaran dan konsumsi minuman keras yang selama ini sudah diberlakukan. Dengan adanya aturan hukum yang lebih tegas lagi dalam peredaran miras, diharapkan bisa menekan kasus-kasus kematian yang diakibatkan mengonsumsi miras. Tak hanya itu, kita tahu bahwa miras menjadi sumber berbagai penyakit di masyarakat. Karena itu aturan tentang pelarangan miras sudah sangat mendesak. ***

Related posts