Bangun Sistem Senjata, Pindad Rangkul Belgia

  • Whatsapp

Executive Vice President CMI James Caudle (kiri) bersalaman dengan Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said, usai penandatanganan nota kesepahaman, Senin (15/9). (JABARTODAY/ERWIN ADRIANSYAH)
Executive Vice President CMI James Caudle (kiri) bersalaman dengan Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said, usai penandatanganan nota kesepahaman, Senin (15/9). (JABARTODAY/ERWIN ADRIANSYAH)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, patut bangga memiliki sebuah industri persenjataan seperti PT Pindad (Persero). Buktinya, badan usaha milik negara tersebut mendapat kepercayaan sejumlah negara. Salah satunya, Belgia.
 
Bukti kepercayaan itu berdasarkan adanya kesepakatan kerjasama yang tertuang dalam Nota Kesepahaman antara PT Pindad (Persero) dan Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defence (CMI), industri persenjataan Belgia. Bentuk kerjasama jangka panjang yang penandatanganannya berlangsung di Hanggar Produksi Anoa PT Pindad, Senin (15/9/2014), tersebut adalah mengembangkan sistem persenjataan kendaraan tempur atau tank.
 
“Ini adalah bentuk kerjasama kami dengan sebuah industri persenjataan di sebuah negara. Kerjasama ini terjalin karena Indonesia, khususnya, PT Pindad merupakan sebuah industri yang punya potensi besar, yang dapat mendukung terbangunnya ketahanan nasional yang tangguh,” jelas Executive Vice President CMI, James Caudle, usai penandatanganan MoU.
 
Menurutnya, kesepakatan jangka panjang ini merupakan kerjasama tahap awal. Langkah berikutnya, ungkap Caudle, bentuk kerjasama dapat lebih berkembang. Seperti, mengembangkan sistem perakitan dan teknologi persenjataan. Selanjutnya, tutur dia, pihaknya berkeinginan untuk membangun medium tank bersama PT Pindad.
 
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said menilai kesepakatan kerjasama ini merupakan langkah positif. Bagi PT Pindad, terang dia, kerjasama ini dapat membuat jajarannya memiliki kemampuan teknologi yang lebih tinggi lagi. Selain itu, lanjut dia, kerjasama itu pun dapat menjadi gerbang bagi PT Pindad sebagai supply chain pasar global persenjataan (turret global) bersama CMI.
 
Dalam kerjasama ini, jelas Sudirman, bersama CMI, pihaknya melakukan pengembangan sistem persenjataan berkaliber besar, yaitu 90 dan 105 milimeter. Sistem persenjataan itu, tambahnya, bermanfaat untuk memperlengkapi senjata sejumlah tank produksi Pindad, semisal Anoa dan Komodo.
 
Sebenarnya, beber Sudirman, dalam satu dekade terakhir, pihaknya merintis kerjasama dengan CMI. Serangkaian upaya kerjasama diupayakan kedua perusahaan itu. Antara lain, melakukan serangkaian proses pertukaran data, assessment, penjajakan teknologi, dan potensi pasar. (ADR)

Related posts