Aktivasi Jalur Mati Butuh Dana Besar

PT Kereta Api Indonesia (Persero)
PT Kereta Api Indonesia (Persero)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sebenarnya, di Jawa Barat, terdapat banyak jalur kereta api yang menghubungkan kota-kota. Akan tetapi, sejak beberapa dekade terakhir, beberapa jalur KA tidak lagi aktif. Sebut saja Bandung-Soreang-Ciwidey, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Cijulang, dan lainnya.
 
Padahal, potensi ekonomi di wilayah-wilayah itu tergolong besar. Karenanya, pemerintah berencana untuk melakukan aktivasi jalur-jalur tersebut. “Benar. Memang ada rencana untuk mereaktivasi jalur-jalur yang sudah lama mati itu,” ujar Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 2 Bandung, Zunerfin, di tempat kerjanya, Selasa (16/9/2014).
 
Diutarakan Zunerfin, pada dasarnya, pihaknya siap melaksanakan dan merealisasikan rencana tersebut. Namun, berdasarkan undang-undang, kewajiban yang diemban PT KAI hanya pada penyediaan sarana rangkaian. Sedangkan infrastrukturnya, lanjut dia, berdasarkan UU, merupakan kewenangan pemerintah.
 
Zunerfin mengemukakan, dalam merealisasikan wacana aktivasi tersebut, pihaknya mendapat tugas untuk melakukan penertiban asset. Sejauh ini, kata Zunerfin, aset-aset PT KAI tersebar di banyak titik. Menurutnya, pelaksanaan penertiban asset itu bukan perkara mudah. Pasalnya, jelas dia, tidak sedikit aset PT KAI yang ‘dikuasai’ pihak-pihak tertentu.
 
Misalnya, sebut dia, rumah dinas. Sejauh ini, diungkap Zunerfin, cukup banyak rumah dinas yang dihuni oleh mereka yang sebenarnya tidak lagi berkaitan dengan lembaga BUMN tersebut. Jika mengacu regulasi, mereka yang tidak lagi berkaitan dengan PT KAI seharusnya sudah tidak lagi menggunakan fasilitas milik negara itu.
 
Kendala lainnya, tambah Zunerfin, aktivasi jalur membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sampai saat ini, aku dia, pihaknya belum dapat memastikan kebutuhan dana untuk aktivasi tersebut. Meski begitu, Zunerfin memprediksi, angkanya sangat besar. Perkiraannya, ujar dia, dapat mencapai miliaran bahkan puluhan miliar rupiah.
 
Dana itu, terangnya, peruntukannya beragam. Diantaranya, berkenaan dengan penertiban. Nilai penertiban sahut dia, bergantung pada beberapa aspek. Antara lain, jenis bangunan, lokasi, dan sebagainya. Peruntukan lainnya, tandas dia, berkenaan dengan panjang jalur yang akan direaktivasi. (ADR)

Related posts