80 Persen Pelaku MICE adalah Pemerintah

JABARTODAY. COM – BANDUNG
Pernyataan pemerintah yang menerbitkan pelarangan pegawai negeri sipil (PNS) melakukan rapat atau pertemuan di hotel menimbulkan pro-kontra. Bagi para pebisnis hotel, hal tersebut merupakan sebuah pukulan cukup telak.

Owner Panghegar Group, Cecep Rukmana, mengemukakan, saat ini, 60 persen wisatawan yang berkunjung ke hotel adalah untuk bisnis dan melakukan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). “Sekitar 80 persennya merupakan kalangan kementerian atau pemerintahan,” tandas Cecep di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka Bandung, Senin (10/11).

Menurutnya, bagi sektor perhotelan, MICE merupakan sebuah strategi untuk menyikapi tingkat hunian kamar (occupancy), khususnya di Jabar dan Kota Bandung, yang saat weekday, maksimal mencapai 50 persen. “Memang, pada weekend dan long weekend, occupancy hotel di Jabar, utamanya, Bandung, dapat mencapai 100 persen. Tapi, perhatikan saat weekday. Kondisinya berbeda,” paparnya.

Untuk memenuhi dan menutupi biaya operasional pada weekday, jelas Cecep, MICE menjadi salah satu andalan para pebisnis hotel. Dia berpendapat, jika pada akhirnya, kalangan PNS tidak boleh menggelar rapat atau pertemuan di hotel, persaingan bisnis perhotelan berpotensi lebih terbuka. “Perang tarif kian tidak terhindarkan. Ini hal yang kurang baik karena berefek pada pendapatan asli daerah (PAD),” jelasnya.

Cecep berpendapat, pernyataan pelarangan tersebut terlalu vulgar. Saat ini, ungkap dia, efeknya mulai terlihat. Diutarakan, terjadi sejumlah pembatalan reservasi untuk berbagai agenda MICE 2015 berkaitan dengan pelarangan tersebut. “Saya kira, dalam beberapa bulan mendatang, efeknya lebih terlihat dan terasa,” tutupnya. (ADR)

Related posts