Home » Nasional » Pemda Harus Tertibkan Perlintasan Liar

Pemda Harus Tertibkan Perlintasan Liar

simply-san-juan.com

simply-san-juan.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Hingga kini permasalahan mengenai perlintasan kereta api masih menjadi polemik, terutama perlintasan liar. Pasalnya, sejauh ini, penyikapan pintu perlintasan liar masih belum optimal. Hal itu diakui Direktur Keselamatan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Hermanto Dwiatmoko.

Dia menyatakan, jika mengacu pada peraturan dan perundang-undangan, pemerintah, mulai pusat hingga kabupaten/kota, yang memiliki kewenangan untuk melakukan langkah-langkah kongkrit dalam menyikapi pintu perlintasan liar tersebut.

“Kewenangan dalam peraturan itu, diantaranya, melakukan penertiban. Akan tetapi, untuk menertibkan pintu perlintasan liar tersebut bukan perkara mudah. Perlu proses agar tidak menimbulkan efek yang dapat merugikan,” ujar Hermanto saat ditemui di Hotel Horison, Rabu (18/9).

Ia menyebut, di Indonesia terdapat sekitar 4.193 pintu perlintasan resmi. Sekitar 1.174 diantaranya, dijaga petugas. Di Jawa sendiri, jumlah pintu perlintasan resmi adalah yang terbanyak, yaitu 3.892 titik dan yang dijaga ada 969 titik. “Sisanya, tidak mendapat penjagaan, termasuk perlintasan liar,” kata dia.

Sebenarnya, Hermanto memandang, penertiban pintu perlintasan liar itu dapat berefek positif. Diantaranya, menekan angka kecelakaan yang melibatkan KA. Dia berpendapat, untuk menekan kecelakaan, sebaiknya tidak lagi menerapkan perlintasan sebidang. “Idealnya, menggunakan underpass atau flyover. Karena itu yang paling aman,” tuturnya.

Meski demikian, ulang Hermanto, lagi-lagi, hal itu bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Untuk membangun underpass atau fly over, tentunya, membutuhkan berbagai persiapan. “Termasuk pendanaan yang nilainya tidak sedikit,” sambungnya.

Berkenaan dengan angka kecelakaan KA, Hermanto mengklaim, sejak 2007 sampai paruh tahun ini, kecenderungannya turun. Pada 2007, paparnya, jumlah kecelakaan KA mencapai 139 kasus. Lalu, pada 2008, turun menjadi 126 kasus.

Pada 2009 kecelakaan KA turun lagi menjadi 69 kasus. Pada 2010, kasus kecelakaan KA kembali turun, yaitu menjadi sebanyak 42 kasus. “Pada 2011 dan 2012, jumlah kecelakaan KA masing-masing terjadi sebanyak 33 dan 31 kasus. Sementara selama 2013, terjadi 11 kasus kecelakaan KA,” tutup Hermanto. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.